Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Puluhan rumah di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, diterjang banjir bandang mulai Rabu malam lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim langsung turun membantu evakuasi dan mengirim sejumlah logistik yang diperlukan.

Menurut Kepala BPBD Jatim Sudarmawan yang dikonfirmasi Lensa Indonesia Jumat (16/9/2016), bantuan logistik yang dikirimkan seperti air bersih, buffer stock berupa makanan siap saji, juga family kids (perlengkapan keluarga dan anak-anak). Namun saat ini banjir sudah berangsur-angsur surut.

“Minggu ini daerah yang diterjang banjir hanya di Malang, tepatnya di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo. Untuk curah hujan di Malang Selatan memang cukup tinggi hingga 300 milimeter. Tapi Alhamdulillah banjir sudah surut sejak kemarin (Kamis),” katanya.

Dia menjelaskan, banjir bandang ini diakibatkan karena curah hujan yang terjadi cukup tinggi di wilayah itu sehingga menyebabkan meluapnya sungai Kali Tundo dan kemudian meluber ke sejumlah daerah, termasuk Desa Pujiharjo.

Akibat banjir, BPBD Jatim mencatat 54 rumah mengalam rusak ringan, 8 rumah rusak sedang, 1 rumah rusak berat dan 1 rumah hanyut. “Untungnya bencana banjir ini nihil korban jiwa. Tapi ada puluhan rumah yang rusak. Saat ini tim kami di lapangan sudah turun memberikan bantuan terutama bahan makanan dan pakaian,” imbuh pria yang juga Plt Kepala Bappemas Jatim ini.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat Jatim terus mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana di musim kemarau basah yang diakibatkan pengaruh badai La Nina. Sejumlah kawasan yang rawan bencana utamanya di kawasan selatan Jawa Timur yakni Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang hingg Banyuwangi, diharapkan lebih waspada.

“Sesuai analisa BMKG, La Nina akan terus terjadi di kawasan Indonesia, termasuk Jattim kena dampaknya sehingga musim kemarau basah akan terus terjadi hingga awal 20117 mendatang. Ditambah Oktober ini memasuki musim hujan,” pungkas Sudarmawan.@sarifa