Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dua cewek tomboy disergap saat transaksi pil koplo
Kanit Reskrim Polsek Wiyung AKP Sugimin menunjukkan tersangka dan barang bukti
HEADLINE JATIM RAYA

Dua cewek tomboy disergap saat transaksi pil koplo 

LENSAINDONESIA.COM: Fanny alias Jojo (25) warga Jl Pesapen Tengah dan Diah Rizky (21) warga Jl Putat Jaya Gang Lebar, diciduk petugas Unit Reskrim Polsek Wiyung, karena kompak jadi pengedar pil koplo merek Double L.

Awalnya, petugas Reskrim Polsek Wiyung mendapat informasi ada dua cewek tomboy yang jadi pengedar pil koplo. Setelah melakukan penyelidikan, petugas berhasil menemukan pelaku dan menguntitnya. Ketika melintas di Jl Boulevard tepatnya depan Pakuwon Trade Centre (PTC), sekitar pukul 00.30 WIB, polisi melihat kedua tersangka sedang transaksi pil koplo. Saat digeledah, polisi menemukan pil koplo Double L 210 butir.

Kanit Reskrim Polsek Wiyung AKP Sugimin, mengatakan kedua pengedar pil koplo ini selain menjual juga mengkonsumsi obat terlarang itu. Biasanya, kedua pelaku ini menjual pil koplo dengan harga paket Rp 30 ribu untuk 30 butir. “Kedua pelaku ini sudah menjadi target operasi petugas Unit Reskrim Polsek Wiyung dan dari hasil pendalaman dan pengamatan di lapangan, akhirnya kami berhasil menangkap keduanya dengan barang bukti dua plastik berisi 210 butir pil koplo,” terangnya, Rabu (21/9/2016).

AKP Sugimin menambahkan, pihaknya masih meminta keterangan terkait keberadaan pemasok pil koplo merek Double L tersebut. “Kami masih melakukan pengembangan terkait kasus ini,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan penyidik Reskrim Polsek Wiyung, Fanny mengaku nekat jadi pengedar pil koplo karena dipengaruhi teman. “Saya beli 100 butir pil koplo Double L dengan harga Rp 50 ribu. Ini saja atas suruhan Diah yang minta dibelikan Double L, dan belum dibayar sama sekali,” terangnya.

“Saya beli dari kenalan saya lewat telpon. Biasanya janjian transaksi di sekitar danau Universitas Negeri Surabaya (UNESA),” imbuhnya.

Sedangkan Diah mengaku awalnya hanya minta tolong untuk dibelikan pil koplo itu saja. Rencananya, pil koplo ini akan dikonsumsi sendiri. “Saya sudah enam bulan konsumsi pil koplo. Supaya kuat saat menjaga warung kopi di daerah Perak,” jelas Diah. @nanda

Baca Juga:  Djaduk “Teater Gandrik” meninggal dunia, sutradarai “Para Pensiun” untuk Surabaya