Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Komplotan penjarah rumah diringkus Resmob Polrestabes Surabaya
Kasat Reskrim AKBP Shinto Silitonga menunjukkan barang bukti usai menggelar rekonstruksi di TKP
HEADLINE JATIM RAYA

Komplotan penjarah rumah diringkus Resmob Polrestabes Surabaya 

LENSAINDONESIA.COM: Abdul Fatah (51) asal Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Edy Siswanto (41) asal Watu tulis Krian, Suliono (47) asal Desa Kedinding, Tarik Sidoarjo, Ausofi Jamali (22) dan Achmad Sokib (49) asal Kerak Kulon Krian, Mario Yohanes Roni (40) warga Ngagel Rejo Utara III, Yafet Sugianto (45) Simo Sidomulyo II, Kariya (46) asal Desa Tarik Klentingsari, Sidoarjo, dan satu lagi masih menjalani tes urine di Sat Reskoba Polrestabes Surabaya harus rela berurusan dengan polisi karena menempati secara paksa sebuah rumah di Jl Dharmahusada Indah Blok C3-C4/43 Surabaya.

Kesembilan orang itu menempati rumah tersebut atas perintah seseorang yang ternyata bukan pemilik sah atas sebuah rumah seluas kurang lebih 1000 m2 ini. Bahkan tak hanya menempati, para pelaku juga menjarah isi rumah yang memiliki beberapa perabotan antik di dalamnya ini.

Peristiwa bermula saat para tersangka yang mendiami rumah tersebut bergerak atas perintah dari seseorang yang bersengketa dengan pemilik rumah yang asli. Karena ketidak-tahuannya, para tersangka nekat melakukan perintah orang tersebut karena tergiur komisi yang dijanjikan. Padahal rumah tersebut sudah dimenangkan salah satu pihak lalu dijual ke Susi Sandrawati.

Kesembilan pelaku ini langsung dilaporkan Susi Sandrawati yang merupakan pemilik sah rumah tersebut ke Polrestabes Surabaya.

Usai melakukan penangkapan, Sat Reskrim Polrestabes Surabaya kemudian menggelar reka ulang kejadian di lokasi kejadian, Rabu (21/9/2016) sekitar pukul 11.00 WIB, dengan dipimpin langsung Kasat Reskrim AKBP Shinto Shilitonga.

Kesembilan pelaku ini dihadirkan untuk memperagakan 16 adegan tentang aksi kejahatannya tersebut. Hal ini ditunjukkan untuk mengetahui bagaiamana peran masing masing tersangka.

AKBP Shinto Silitonga menjelaskan setelah mendapatkan laporan Susi Sandrawati, selaku pemilik sah dari rumah tersebut, petugas menindak lanjuti dengan melakukan pengawasan aktivitas di rumah tersebut. Setelah dilakukan pengecekan dan pengamanan, ternyata benar kesembilan orang ini masuk dengan cara paksa dan mendiami rumah selama dua hari sehingga polisi mengambil tindakan.

Baca Juga:  Atlet balap sepeda Jatim juara umum CCI Series 2019

“Awalnya kami mendapat laporan dari korban, kemudian kami langsung melakukan tindak lanjuti berupa pengintaian hingga penindakan dan pada akhirnya diamankanlah kesembilan tersangka ini,” katanya.

AKBP Shinto menambahkan, dari penangkapan kesembilan tersangka ini, petugas juga mendapati informasi bahwa pelaku awalnya diduga berjumlah 15 orang. “Kami masih mendalami kasus ini. Dari keterangan kesembilan tersangka, kami mendapat informasi sejumlah nama lain anggota komplotan mereka. Para pelaku yang kami amankan ini juga kami tes urine dan hasilnya lima orang positif mengkonsumsi Narkoba,” pungkasnya.

Susi Sandrawati mengatakan, awalnya dirinya sempat digugat Sendang Ngawidi, atas balik nama sertifikat rumah yang sudah dibelinya tersebut. hal itu karena adat sengketa kepemilikan rumah antara Kusnaningsih dengan Sendang Ngawidi. Padahal proses di pengadilan sudah inkracht. “Itu artinya rumah yang sudah dijual Kusnaningsih ini berhak saya tempati dan dihuni. Namun, saat akan masuk ke dalam rumah, semua perabotan sudah hilang dicuri kesembilan orang yang tak saya kenal ini,” ungkapnya. @nanda