Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ruwatan prihatin kondisi negara, YKN gelar wayang kulit “Semar Mbabar Jati Diri”
Ketua Panitia Hadi Prasetyo (berkacamata) dengan panitia lainnya dari Yayasan Kalimasada Nusantara yang antusias menggelar Pagelaran Wayang Kulit di GOR Sidoarjo pada 24 September mendatang. Foto: Sarifa-lensaindonesia.com
Galeri Budaya

Ruwatan prihatin kondisi negara, YKN gelar wayang kulit “Semar Mbabar Jati Diri” 

LENSAINDONESIA.COM: Yayasan Kalimasada Nusantara (YKN) menyatakan prihatin terhadap kondisi negara Indonesia, khususnya dari segi ekonomi yang terus mengalami defisit serta berkurangnya rasa nasionalisme para penerus bangsa terhadap negaranya.

Hal ini dinilai bahwa NKRI sedang tak sehat, karena itu yayasan yang bergerak di bidang yang menyangkut nasionalisme kebangsaaan dan kerakyatan ini menilai perlu melakukan upaya rekonsiliasi dengan semua para petinggi negara agar kembali bersatu untuk membangun negara lebih baik.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu mempersembahkan pagelaran wayang kulit sekaligus ruwatan nasional dengan dalang Ki Manteb Soedarsono. Acara akan digelar di GOR Sidoarjo, Jawa Timur pada Sabtu (24/9/2016) malam mendatang.

“Kami gelar wayangan dengan lakon Semar Mbabar Jati Diri yang akan didalangi Ki Manteb Soedarsono. Tak hanya wayang kulit, kami juga akan menampilkan orasi kebudayaan oleh Menkopolhukam yang baru Pak Wiranto,” ujar Ketua Panitia Hadi Prasetyo pada LICOM, Rabu (21/9/2016).

Lebih lanjut, Hadi Pras (sapaan akrabnya) menjelaskan lakon Semar ini dipilih karena ada filsafat kebangsaan untuk menghadapi tantangan ancaman zaman ke depan.

“Semar itu wujudnya yang menyimbolkan rakyat jelata. Menelusuri sosok Semar yang khas ini, maka tidak berlebihan kita pilih untuk mewakili suara rakyat. Intinya pesan yang akan disampaikan  jangan sekali-kali melupakan rakyat dan pemerintah harus berkomitmen membela rakyat agar berdaulat adil dan makmur,” urainya

Acara yang bakal mempertemukan seluruh komponen bangsa, mulai dari petinggi negara, tokoh nasional dan banyak orang penting tersebut diprediksi akan meriah karena tamu undangan mencapai 4.000 orang.

“Pertama kami gelar wayangan ini pertama memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 71 dan sebagai salah satu upaya untuk memepersatukan kembali kemerdekaan kita bangsa Indonesia. Dan itu akan dimulai di GOR Timur Sidoarjo, tepat dimalam 1 Suro,” cetus pria yang juga menjabat sebagai Asisten Gubernur Jatim Bidang Perekonomian ini.

Baca Juga:  Baru dua bulan menikah, pria di Surabaya tega bakar istrinya

Sementara goal acara ini yaitu membangun kesadaran seluruh elemen bangsa. Sehingga bisa melahirkan harapan baru, visi baru, semangat baru dan bentuknya seperti ruwatan nasional. “Ini sekaligus ruwatan nasional untuk Indonesia. Semoga dimulai dari sini para pemimpin kita akan kembali bersatu untuk menjadikan Indonesia lebih baik. Apalagi acara nanti juga malam satu suro, semoga barokah,” tukasnya.@sarifa