Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Waterfall by Crown Group penjualannya bakal ditangani Julian Sedgwick
Julian Sedgwick, Global Head of Sales and Marketing Crown Group. Foto-ist
EKONOMI & BISNIS

Waterfall by Crown Group penjualannya bakal ditangani Julian Sedgwick 

LENSAINDONESIA.COM: Julian Sedgwick hijrah ke Crown Group dari kelompok properti asal Britania Raya, Marsh & Parsons membuktikan prestasinya sebagai Head of International Business Development. Kesuksesan karirnya hingga kini, sejak tahun 2009 Julian menghasilkan lebih dari USD $ 1,1 miliar atau sekitar Rp. 14,3 triliun penjualan di Asia Pasifik. Sedgwick telah bekerja di berbagai pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Asia Pasifik.

Di tengah investasi besar dari pemerintah, pertumbuhan perumahan dan komersial yang cepat, pemerintahan dan ekonomi stabil, Sydney telah menjadi tujuan favorit bagi investor luar negeri mencari keuntungan yang kuat.

Melalui proyek pertamanya di Bondi pada tahun 1996, Crown Group menjadi salah satu pengembang paling produktif di Sydney, mengkhususkan diri pada pengembangan properti dan investasi properti yang bakal segera membuka hotel suites pertamanya.

Penunjukan ini datang saat penting bagi perusahaan, sebab kini Crown Group sedang berkembang di Australia dan luar negeri berikut meningkatkan kesadaran merek secara internasional.

“Kami sangat senang bisa menyambut Julian ke Crown Group karena kami terus tumbuh dan memperluas kehadiran kami di wilayah Asia, Julian membawa pengalamannya yang dalam pengalaman serta bakat di pasar real estate internasional – Terutama London, Asia dan Oceania,” ujar CEO Crown Group, Iwan Sunito dalam keterangan resminya, Kamis (22/09/2016).

Sunito menambahkan, usai menjual lebih dari Rp. 3,8 triliun dalam lima jam saat peluncuran Infinity by Crown Group di Green Square, pengembang yang berbasis di Sydney berencana meluncurkan proyek terbarunya di Waterloo pada tahun 2017.

“Julian akan berperan dalam memimpin divisi penjualan Crown Group saat kita mempersiapkan peluncuran Waterfall by Crown Group,” tandas Sunito.

Julian Sedgwick familier terhadap pasar London dan Britania Raya, yang masih belum pulih dari Brexit “shock” dan ketidak pastian politik serta keuangan berikutnya. Tampaknya, tak ada jawaban untuk jangka pendek, dan negosiasi untuk meninggalkan Uni Eropa mampu mempengaruhi posisi London sebagai pusat keuangan.

Selain itu, lanjut Sunito, pasar properti hunian di London secara luas dianggap telah melewati masa keemasannya, dengan pers di Inggris memprediksi terjadinya penurunan harga perumahan hingga 18% selama beberapa tahun kedepan.

Nilai hunian di Sydney naik 1,4% di Agustus 2016

Menurut catatan CoreLogic, penyedia informasi properti, analisis dan manajemen risiko properti terbesar di Australia dan Selandia Baru mengungkapkan, di bulan ini properti Sydney mencapai pertumbuhan tahunan sebesar 9,4% usai mencatat tingkat pertumbuhan di bulan Agustus jauh di atas rata-rata nasional.

Nilai hunian di Sydney melonjak sebesar 1,4% di bulan Agustus dibandingkan rata-rata nasional sebesar 1,1%. Sydney di tahun 2015 dinobatkan sebagai salah satu dari 10 pasar yang menarik perhatian perusahaan properti Knight Frank dan di tahun 2014, kota ini dinobatkan sebagai Kota Paling Layak Huni di Dunia oleh Price Waterhouse Coopers.

Laporan Prakiraan Kota di Dunia di Tahun 2016 oleh Knight Frank memperkirakan, Sydney akan melihat pertumbuhan hunian terkuat di tahun 2016 naik sekitar 10% dari tahun sebelumnya. Bahkan, Sydney mengalahkan sembilan kota internasional lainnya termasuk Monaco, New York dan Shanghai untuk pertumbuhan nilai properti. Nilai real estate Sydney telah berkembang di tingkat yang cepat selama beberapa tahun. Di tahun 2015, Sydney mengalami peningkatan sebesar 15%, tertinggi dari sembilan kota utama lainnya.@Rel-Licom