LENSAINDONESIA.COM: Universitas Indonesia (UI) menghelat upacara Pengukuhan Dua Guru Besar Tetap bidang Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Sabtu pagi (24/9/2016) ini di Balai Sidang UI Kampus Depok, Jawa Barat.

Rektor UI Prof Dr Ir Muhammad Anis, M.Met akan mengukuhkan Prof Dr dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) dan Prof Dr dr H Mulyadi M. Djer, SpA(K).

Pada pengukuhannya, Prof. Hardiono memaparkan pidato berjudul “Autisme, Cahaya Dalam Kegelapan.” Autisme merupakan suatu gangguan pada anak dengan dua ciri, yaitu (1) Gangguan menetap dalam komunikasi sosial dan interaksi sosial dalam berbagai bidang dan (2) Perilaku, minat dan aktivitas yang terbatas dan dilakukan berulang-ulang.

Autisme atau yang sekarang disebut sebagai autism spectrum disorder (ASD) menunjukkan peningkatan prevalensi yang luar biasa sampai dengan tahun 2010, yaitu dari 3,4 per 1000 anak pada tahun 1996 sampai 14,7 per 1000 anak pada tahun 2010; dan menurut laporan terakhir kini telah menjadi 14,6 per 1000 anak berumur 0-8 tahun atau satu setiap 68 anak.

“Peningkatan prevalensi sedemikian cepat seperti ini jarang ditemui di dunia kedokteran,” papar rilis terkait undangan yang disampaikan Kepala Kantor Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti, SE, MM kepada LICOM.
Prof. Mulyadi akan menyampaikan pidato bertajuk “Kardiologi Intervensi pada Penyakit Jantung Bawaan: Masa Kini dan Akan Datang.” Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan yang sering ditemukan pada anak dan merupakan sepertiga dari seluruh kelainan kongenital.

Dilaporkan setiap satu dari 100 bayi yang lahir menderita PJB di seluruh dunia. Kardiologi intervensi (KI) merupakan teknik penanganan kelainan jantung tanpa operasi. @