LENSAINDONESIA.COM: Ternyata salah satu kunci hidup sehat dan jarang terserang penyakit adalah punya pasangan (suami atau istri) yang tidak menyebalkan.

Dalam penelitian yang dilakukan dr Bill Chopik dari Michigan State University terhadap 2000 Pasutri selama 6 tahun, para responden diminta terus melaporkan kondisi kesehatan dan kebahagiaan mereka.

Pasutri yang menjadi responden riset ditanya seberapa puas dengan kehidupan mereka, apakah pernah menderita diabetes atau penyakit kronis lainnya, seberapa mudah mereka mengerjakan pekerjaan sehari-hari dan seberapa sering berolahraga.

Setelah diteliti, hasilnya kebahagiaan Pasutri selama menjalani pernikahan mempengaruhi kesehatan suami maupun istri. Kesimpulannya, suami atau istri yang selama berumahtangga punya pasangan yang menyenangkan, cenderung memiliki kesehatan yang lebih baik.

Sebaliknya, jika si suami atau istri adalah orang yang menyebalkan, maka hal itu bisa memperburuk kesehatan pasangannya. Demikian seperti dikutip dari jurnal APA Health Psychology. “Responden dengan pasangan yang menyenangkan memiliki laporan kesehatan lebih baik dan lebih rajin berolahraga dibanding responden yang pasangannya menyebalkan,” ujar dr Bill Chopik.

Sebelumnya riset berjudul Novel Links Between Troubled Marriages and Appetite Regulation: Marital Distress, Ghrelin and Diet Quality yang dilakukan Lisa M Jaremka, juga mengungkap hal serupa.

Ketika pasangan yang tidak saling menyayangi dan sering beradu argumen cenderung lebih banyak memproduksi hormon kortisol akibat dari stres yang mereka rasakan. Saat hormon kortisol diproduksi dalam jumlah banyak, itu bisa menghambat produksi sel T dan sel T cytotoxic, yakni sel darah putih yang menghasilkan antibodi.

Dari riset yang dipublikasikan pada 2013 itu terungkap, Pasutri yang memiliki pernikahan tidak sehat bakal mengalami penurunan sistem imun lebih besar ketimbang yang pernikahannya bahagia. Jika sistem imun tubuh terus menurun, kondisi kesehatan pasangan itupun bakal memburuk. @dc/LI-15