LENSAINDONESIA.COM; Warga kota Blitar harus berbangga hati. Berulangkali pejabat tinggi negara singgah di kota ini untuk ziarah ke makam Proklamator dan Presiden RI ke-1 Ir Soekarno. Kali ini, Panglima TNI dan para Pimpinan tinggi TNI datang dari Jakarta untuk berziarah di makam Sang Proklamator ini.

Blitar yang hanya kota kecil di Jawa Timur dengan jumlah penduduk hanya ratusan ribu jiwa, Selasa (27/9/2016), suasana kota bak bertabur bangga dan mengharu biru. Kehadiran rombongan para jenderal TNI aktif ini, agaknya bukan hal biasa.
Bagi masyarakat Blitar sekitarnya, tentu amat bersyukur bak mendapatkan berkah panjang dari
keberadaan makam pencetus kemerdekaan RI Ir Soekarno.

Para petinggi TNI yang sengaja melakukan rangkaian ziarah atau nyekar ke makam para leluhur bangsa ini, dan salah satunya adalah makam Sang Proklamator Bung Karno. Kegiatan ini  merupakan rangkaian acara memperingatai HUT TNI ke 71 yang akan digelar 5 Oktober 2016.

“Kegiatan (ziarah) ini akan diadakan rutin setiap tahun, serta diterbitkannya PERPANG ( Peraturan Panglima TNI ),” kata Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo ketika ditemui awak media usai acara ziarah.

Dalam Ziarah ini, Panglima TNI didampingi KASAD, KASAL, KASAU, PANGDAM dan para Jendral lainnya. Setelah dari makam Bung Karno, ziarah dilanjutkan ke makam Gus Dur di Jombang dan Makam Suharto di Astana Giri Bangun Solo.

Selain untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan jiwa kepahlawanan dalam memperingati HUT  TNI, Panglima TNI juga menekankan pada seluruh anggotanya, agar menghindari segala bentuk pelanggaran. Termasuk, berkaitan dengan netralitas politik.

Panglima TNI menegaskan, tidak segan-segan akan memproses anggota bila ada yang melakukan
pelanggaran, bahkan sanksinya bisa sampai ke tingkat pemecatan.

Netralitas di tubuh TNI dalam menghadapi kegiatan politik, Panglima TNI menjamin sepenuhnya akan tetap terjaga.

Jendral TNI Gatot Nurmantiyo menanggapi pertanyaan wartawan terkait jalannya Pemerintahan, ia menegaskan bahwa TNI jika membicarakan pemerintahan itu merupakan hal yang tabu atau tidak etis, karena Panglima TNI dibawah Presiden.

“Justru TNI bercita-cita mendukung sepenuhnya
keberhasilan program pemerintah,” tegas Panglima TNI. @obi

Authentikasi:
Kapenrem 081 Mayor Inf Hery Suprapto Wardoyo