LENSAINDONESIA.COM: Departemen Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) dan Pusat Kajian Perlindungan Anak Universitas Indonesia (PUSKAPA) menggelar Seminar Series “Membangun Peneliti, Pelaku, dan
Praktisi Perlindungan Anak Masa Depan” selama tiga hari, mulai Rabu ini, 28 sampai 30 September 2016.

Kegiatan seminar ini berlangsung di Auditorium Juwono Sudorsono FISIP UI kampus Depok, dimulai Pukul 9.00 – 13.00 WIB.

Hari pertama, Rabu ini, 28 September 2016, menyajikan topik “Penyalahgunaan Narkotika:
Mungkinkah Melindungi Anak dalam Semangat Memberantas?”. Pembicaranya antara lain, narasumber dari Rehabilitasi BNN, MAPPI FHUI dan Mahkamah Agung RI.

Kamis besok, 29 September 2016, membahas topik tentang “Tantangan dan Peluang dalam Menjamin Perlindungan Anak yang Terdampak oleh Migrasi”. Pembicara dari Direktorat Jenderal HAM, Bappenas, Unicef dan Puskapa.

Hari terakhir, Jumat (30/9/2016), pembicara dari KPP-PA, KPAI dan Departemen Kriminologi FISIP UI akan membahas topik “Perlindungan Anak dalam Kebijakan Penghapusan Kekerasan Seksual.”

Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti, SE, MM menerangkan, sistem perlindungan anak terdiri dari akses dan kualitas pelayanan pencegahan,
penanganan, dan pemulihan dari berbagai faktor resiko yang dihadapi anak sepanjang siklus hidupnya sebagai anak.

“Sistem ini sangat membutuhkan data dan kebijakan yang berbasis bukti, serta partisipasi inklusif dari masyarakat sipil,” paparnya dalam undangan tertulis kepada LICOM, Selasa (27/9/2106).

Untuk itu melalui seminar selama tiga hari ini, dapat menjadi forum ilmiah untuk menyebarluaskan dan mendiskusikan hasil kerja nyata para mahasiswi-mahasiswa Program, pengajar, dan peneliti dalam menguatkan perlindungan anak di Indonesia, melalui riset, program intervensi, dan masukan kebijakan.

“Pada akhirnya, diharapkan semua peserta tidak hanya akan menemukenali prioritas isu perlindungan anak dan potensi-potensi kerjasama, namun juga mendapatkan suntikan semangat untuk terus memperbaiki kompetensi diri demi perlindungan anak di Indonesia,” jelas Riffeli. @