LENSAINDONESIA.COM: Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, TNI membuat tradisi untuk menziarahi makam para Panglima Tertinggi TNI dan makam para Pahlawan, termasuk Alm. Gus Dur.

“Dengan tradisi seperti itu, diharapkan terutama generasi muda TNI agar tidak melupakan sejarah, karena disitu ( kompleks makam di dalam Ponpes Tebu Ireng Jombang ) ada Gus Dur, juga ada KH.
Hasyim Ashary yang kental dengan sejarah,” kata Panglima TNI kepada pers.

“Kata Bung Karno, perjuangan saya tidak berat, karena melawan penjajah, tetapi perjuanganmu akan lebih berat, karena melawan bangsamu sendiri, untuk itu kita perlu bergandengan tangan“, tambah Panglima TNI saat berada di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, usai ziarah ke makam Presiden RI ke-4 Gus Dur, Selasa (27/9/2016), dalam rangka HUT TNI.

Jendral TNI Gatot Nurmantyo, memimpin pelaksanaan ziarah nasional tersebut yang diikuti seluruh Kepala Staf Angkatan, seluruh Asisten Panglima TNI, beberapa Panglima Komando Utama Angkatan, dan para Pangdam se Indonesia, pejabat teras Kodam /Brawijaya, juga hadir Danrem 082/CPYJ Kolonel Kav. Gathut Setyo Utomo S.Ip selaku pejabat militer penanggung jawab pengamanan serta penyiapan sarana dan prasarana terkait Ziarah Nasional tersebut, yang didampingi para Dandim jajarannya.

Selesai acara ziarah saat ditanya wartawan, Panglima TNI menjelaskan terkait pendirian Pangkalan Militer di Natuna, bahwa TNI harus profesional, tidak berpihak kemanapun, tetapi berpihak pada keamanan, maka Panglima TNI menginstruksikan untuk mewujudkan keamanan nasional tersebut.

Jadi TNI harus netral, jika ada anggota TNI yang tidak netral, maka saya minta bantuan kepada masyarakat untuk melaporkannya kepada TNI secara jelas “, tegasnya.

Panglima TNI menambahkan, bahwa sesuai petunjuk Presiden RI tentang pendirian pangkalan TNI, tidak hanya di Natuna saja, tetapi di seluruh pulau terluar yang bernilai strategis, seperti Natuna, Morotai, Biak dan Meraoke.

Khusus tentang seputar Laut China Selatan, Panglima menghimbau kepada semua pihak untuk bertekad mewujudkan Laut China Selatan yang damai dan stabil, kemudian menghimbau untuk tidak melakukan kegiatan – kegiatan yang dapat merusak instabilitas di laut China Selatan.

Acara dilanjutkan dengan Ishoma di dalam Ponpes. Kemudian, Panglima TNI beserta rombongan menuju Markas Marinir, Karang Pilang, Surabaya. @licom_09

Authentifikasi :
Kapenrem 082/CPYJ, Mayor Arm Imam Duhri.