Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Pasar gamers di Indonesia sudah tidak lagi dianggap sebagai permainan hobi, tetapi sudah berkembang menjadi olahraga profesional.

Ketua Asosisasi Olahraga Elektronik Indonesia atau IeSPA, Eddy Liem mengatakan, optimisme perkembangan game di Indonesia sudah memasuki babak baru dalam satu dekade ini. Menurutnya, permainan game sudah menjadi olahraga resmi yang diakui pemerintah.

“Pemerintah pusat melalui Kemenpora sudah mengenal dan mulai mengakui game sebagai olahraga resmi dan dipertandingkan,” kata Eddy Liem ketika menghadiri Workshop ‘Gaming for Living’ di Hotel Mercure, Surabaya, Sabtu (29/09/2016).

Bahkan, beberapa pengurus di tingkat daerah seperti Bali sudah mulai membuat kompetisi dengan dukungan dari pemerintah.

“Kalau pengurus ditingkat daerah aktif berkomunikasi dengan pemerintah daerah tentunya akan didukung. Cuma memang ada saran dari pusat pemain game juga harus berolahraga rutin untuk kebugaran,” kata pria berkacamata ini.

Sementara itu, terkait perlengkapan pendukung bagi e-Sport di Indonesia, Eddy Liem menyarankan para gamer dan penggiat bidang game baik pemula maupun senior harus dibekali dengan perangkat yang mumpuni agar dapat mulai bergerak menjadi gamer profesional. Beberapa produk atau gear recomended adalah Lenovo Y700 atau seri Ideacentre Y900 yang dianggap paling mumpuni untuk segala jenis permainan game profesional seperti Dota 2 atau Countre Strike.

“Ibaratkan kita mau olahraga main bulu tangkis misalnya, ya kita harus beli raket agar bisa berlatih dengan benar,” tambahnya.

Sementara itu, Vincentius Hening pendiri Agate Studio yang merupakan developer game atau pembuat game pemenang award yang berbasis di Bandung memberikan inspirasi bagi gamer pemula.

Vinsentius membuktikan dari idenya membuat game hingga saat ini bisabdibilang cukup menghasilkan untuk ditekui oleh generasi muda. Menurutnya customer bukan hanya untuk permainan saja tapi untuk fashion, simulator, arsitektur dan keperluan militer.

“Kalau dulu orang tua selalu nanya pengahasilan sebulan berapa, sekarang sudah gak nanya lagi karena sudah tau hasilnya. Meski belum sebesar bisnis e-Commerce namun perkembanganya di Indonesia cukup bagus,” katanya.@wan