Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Gubernur Soekarwo beri bantuan Rp 1,674 miliar untuk korban banjir dan longsor Trenggalek
Gubernur Soekarwo di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek yang didampingi Bupati Trenggalek Emil Dardak
HEADLINE PROOTONOMI

Gubernur Soekarwo beri bantuan Rp 1,674 miliar untuk korban banjir dan longsor Trenggalek 

LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Soekarwo meninjau sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek pasca dilanda banjir dan tanah longsor beberapa hari terakhir. Tak hanya meninjau, Gubernur juga menyerahkan bantuan uang tunai Rp 1,674 miliar kepada Pemkab Trenggalek.

“Iya saya kemarin (Minggu) ke Trenggalek, melihat langsung wilayah yang rusak setelah bencana banjir itu. Saya mengajak seluruh pihak bersama-sama membantu merehabilitasi sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana alam. Mari kita budayakan kembali gotong royong antar warga untuk merenovasi sekaligus membangun wilayah yang rusak,” terang Gubernur Soekarwo ditemui Lensa Indonesia di Kantor Gubernur Jl Pahlawan Surabaya, Senin (3/10/2016).

Gubernur Soekarwo juga menegaskan pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin membantu merehabilitasi sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana alam. “Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Trenggalek akan membantu semaksimal mungkin untuk merenovasi jalan, jembatan, sekolah juga semua sarana dan prasarana yang telah rusak,” paparnya.

Kemarin, Gubernur bersama BPBD Jatim dan sejumlah pejabat terkait, turun ke lokasi bencana banjir yakni di Desa Tawing, Kecamatan Muncungan, Kabupaten Trenggalek. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyerahkan bantuan Rp 1,674 miliar kepada Bupati Trenggalek Emil Dardak guna merenovasi serta merehabilitasi sarana dan prasarana yang hilang dan rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor.

Selain memberikan bantuan untuk sarana dan prasarana, Soekarwo juga membagikan beras 10 ton bagi masyarakat yang terkena dampak bencana di Trenggalek. Tak hanya itu, secara khusus Gubernur Jatim dua periode ini juga memberikan santunan duka cita bagi keluarga korban bencana alam senilai Rp 5 juta.

Hal lain, Pemprov juga meminta adanya perhatian dari Perhutani yang harus aktif berkontribusi bagi masyarakat. Salah satu kontribusi kepada masyarakat yakni dengan menanam pohon tegakan yang bisa menyerap dan menahan air saat musim hujan.

Baca Juga:  DeDurian Park, lokasi shooting Cak Sodik Monata promosikan kota Jombang

“Seperti kasus Panti di Jember pada tahun 2010 yang daerah aliran sungai ditanami tanaman kopi dan kakao bisa habis ketika musim penghujan. Kemudian, kayu potongan yang digunakan sebagai bendungan tidak kuat menahan derasnya air yang mengalir. Sehingga jebol, yang mengakibatkan Perhutani rugi besar. Saya kira langkah pencegahan yang harus dilakukan saat ini seperti itu,” pesannya.

Terpisah, Bupati Trenggalek Emil Dardak mengakui bahwa wilayahnya merupakan daerah longsor yang berada di kawasan pegunungan. Karena sebanyak 53,8% ketinggian wilayah ini sekitar 100-500 meter berada diatas permukaan air laut. Pihaknya mengharapkan Pemprov Jatim agar hadir lebih dekat dengan menempatkan UPT Kehutanan hadir di Trenggalek.

Emil menjelaskan alasan UPT Kehutanan ini karena sebanyak 66% wilayah hutan di Jatim berada di Trenggalek. Sehingga Trenggalek memiliki peta kerawanan bencana terutama banjir dan longsor.

Banjir yang paling dominan disebabkan yakni adanya air Rob yang muncul dan mengganggu area persawahan. Selain banjir Rob, Trenggalek juga rawan terkena banjir yang bersumber dari kuatnya air yang muncul dari hulu ke hilir. Kondisi ini diperparah dengan dibawa matrial sungai sehingga merusak daerah sekitar alur sungai.@sarifa