Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kemenristekdikti revisi pembangunan STP menjadi 60 buah
EDUKASI

Kemenristekdikti revisi pembangunan STP menjadi 60 buah 

LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah dalam hal ini Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) merevisi target pembangunan science and technology park (STP) dari semula 100 STP hingga 2019 menjadi hanya 60 STP. Revisi ini tidak berpengaruh terhadap rencana pembangunan STP di lingkungan perguruan tinggi.

Demikian diungkapkan Dirjen Kelembagaan Kemeristekdikti, Dr Ir Patdono Suwignjo MEngSc PhD, dalam Forum Koordinasi Nasional – Transfer Teknologi dan Inkubasi Bisnis yang digelar di Auditorium Sinar Mas Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Senin (3/10/2016).

Patdono mengungkapkan, hal itu menjawab pertanyaan salah satu peserta tentang target 100 STP yang dinilai terlalu ambisius. Karena di beberapa negara termasuk di Taiwan, pada awal dikembangkannya STP jumlahnya tidak terlalu besar.

Revisi terhadap target itu, Patdono menjelaskan, tidak terpengaruh dengan rencana pembangunan STP di lingkungan perguruan tinggi. “Untuk perguruan tinggi yang kini sudah hampir lulus menjadi STP atau dinyatakan berhasil ada tiga kampus masing-masing ITB, IPB dan UGM. Lainnya segera menyusul untuk disiapkan, termasuk ITS,” terangnya.

ITS sendiri, sebagaimana disampaikan Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD, dalam sambutannya, sudah merintis STP yang sebelumnya diberi nama technopark sejak tahun 2003. Hasilnya memang belum terlihat, tapi cikal bakal itu terus tumbuh.

“Karena itu kami berharap dengan adanya program STP dari Kemenristekdikti, tingkat keberhasilannya bisa segera dirasakan,” ujarnya.

ITS kini sedang menyiapkan proposal STP untuk penguatan hasil riset dan inovasi, mendukung program hilirisasi yang menjadi salah satu amanat Kemenristek Dikti, dalam kerangka ITS menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Wakil Rektor IV Bidang Penelitain, Inovasi dan Kerjasama, Prof Dr Ketut Buda Artana, ST., M.Sc., mengatakan, sebagai PTNBH ITS telah menyiapkan strategi dalam bentuk transformasi beberapa pusat studi dan pusat unggulan inovasi menjadi STP.

Baca Juga:  Irvandi Gustari, kini didapuk jadi Direktur Keuangan Pelindo III

“Ada tiga bidang yang disiapkan masing-masing; maritim, otomotif, dan industri kreatif. Kami kini sedang menyusun master plan untuk itu bersama Kemenristekdikti. Lahan dan sebagian bagunan sudah kami siapkan. Pertemuan dalam forum koordinasi ini adalah salah satu langkah ke arah untuk merealisasikan STP itu,” katanya.@*/licom