LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar acara Jatim Fair Tahun 2016. Agenda rutin tahunan ini telah menjadi icon Jatim sebagai ajang pameran akbar produk unggulan para pelaku industri yang tebesar se-Indonesia Timur.

Jatim Fair telah digelar untuk ketujuh kalinya. Dan tak terbantahkan lagi acara tersebut mampu mendongkrak perekonomian daerah maupun nasional.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim Jumadi mengatakan, event ini digelar untuk memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 71. Tak hanya itu, dalam Jatim Fair kali ini juga digabungkan dengan misi dagang yang diikuti oleh Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di 26 provinsi di Indonesia juga bussiness meeting dengan para pengusaha asal Los Angeles.

“Event Jatim Fair tahun 2016 telah terintegrasi dengan para pengusaha antar provinsi yaitu misi dagang dengan 26 provinsi juga dengan pengusaha luar asal Los Angeles. Di dalam Jatim Fair kali ini ada diikuti total 550 stan/booth dan semuanya telah terisi penuh,” ujar Jumadi pada lensaindonesia, Jumat (08/10/2016).

Ia merinci, para peserta yang mengikuti Jatim Fair 2016 mulai dari negara sahabat yakni Gyeong Nam-Korea Selatan, Jepang dan Tianjin-Cina.

Untuk peserta dari luar provinsi ada 12 di antaranya Pemprov Sumatera Utara, BPMD Maluku, Disperindagkop dan UMKM Kota Cirebon, Dekranasda Kabupaten Demak, Dinas Pertanian NTB dan Disperindag Kalimantan Selatan. Sedangkan yang lainnya 35 SKPD Pemprov Jatim, 32 SKPD kabupaten/kota di Jatim, 18 BUMN/BUMD hingga sektor swasta se-Indonesia.

“Untuk Pemprov Jatim sendiri, Pak Gubernur (Soekarwo) memfasilitasi keberadaan UMKM dengan fasilitas khusus yaitu mengusung tema Rumah Dekranasda. Karena itu kami mengajak seluruh warga Jatim mari beramai-ramai mengunjungi dan membeli produk lokal unggulan kita di Jatim Fair 2016 yang digelar di Grand City Surabaya mulai 6-16 Oktober 2016,” tegasnya.

Sementara, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku optimistis kegiatan Jatim Fair 2016 mampu menaikkan investasi dagang ke Jatim hingga 17%. Disamping itu event Jatim Fair 2016 merupakan transaksi dagang awal, pertemuan antara buyer dan seller secara langsung.

“Selama enam bulan terakhir transaksi dagang Jatim telah mencapai Rp 804 triliun, melalui event ini dengan dibantu 26 KPD di beberapa provinsi saya yakin akan mampu menaikkan transaksi sekitar Rp 1.012 triliun atau naik 17% dalam setahun ini,” ungkap pria yang akrab disapa Pakde Karwo saat membuka Jatim Fair 2016 di Grand City Convex Surabaya, Kamis (06/10/2016) malam.

Ia menjelaskan, semua transaksi dagang yang terjadi akan segera ditindaklanjuti melalui Electronic Commerce (E-Commerce) dengan tenggang waktu selama setahun. Selain itu model misi dagang business to business yang difasilitasi Pemprov Jatim, terbukti menjadi trigger perdagangan antar pulau.

“Dalam event ini akan ada penandatanganan kerjasama dengan Filipina dan business meeting dengan tim Los Angeles. Jadi yang terpenting dari kegiatan ini bukan jumlah uangnya tapi transaksi setelahnya,” terangnya.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat meninjau stand milik pengusaha dari Tianjin, Cina di Jatim Fair 2016. Foto: Sarifa-lensaindonesia.com
Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat meninjau stand milik pengusaha dari Tianjin, Cina di Jatim Fair 2016. Foto: Sarifa-lensaindonesia.com

Tak hanya itu, Pakde Karwo juga menilai yang bisa memperkuat perdagangan Jatim di tengah situasi ekonomi tak stabil seperti ini ialah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berdasarkan data yang ada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim Tahun 2015 sekitar 54,98% disumbang oleh para pelaku UMKM.

Terlebih industri UMKM juga mampu menyerap tenaga kerja hampir 95%. “UMKM lah yang menghidupkan perekonomian di Jatim, oleh sebab itu kunci keberhasilannya ialah kepedulian terhadap UMKM,” imbuh gubernur dua periode ini.

Selain itu, untuk menuju kemandirian ekonomi Pemprov Jatim, masih kata Soekarwo, Pemprov Jatim menganut tiga konsep yakni keberpihakan pada retail yang diwakili oleh UMKM, pemberian bantuan subsidi pajak atau fiskal pada industri kecil dan pemberian suku bunga rendah atau moneter.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat melihat-lihat sepatu berbahan kulit yang diproduksi oleh pengusaha UMKM asal Jatim. Foto: Sarifa-lensaindonesia.com
Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat melihat-lihat sepatu berbahan kulit yang diproduksi oleh pengusaha UMKM asal Jatim. Foto: Sarifa-lensaindonesia.com

Karenanya dengan tiga konsep tersebut diharapkan para pelaku UMKM mampu berdaya saing, dengan memiliki kualitas dan pemasaran yang baik. “Saat ini kami bahkan telah bekerjasama dengan DPRD Jatim untuk menerapkan skema pembiayaan loan agreement (skema pembiayaan murah) khusus untuk UMKM,” lanjut dia.

Ditambahkan, sebagai bentuk dukungan pada UMKM Jatim pihaknya juga menempatkan Rumah Dekranasda untuk ikut ambil bagian dan menjadi icon pameran. Hal itu merupakan wujud komitmen dari seluruh stakeholder pembangunan termasuk Dekranasda Jatim yang jeli terhadap potensi UMKM. “Semua peserta yang tergabung pada Dekranasda Jatim saat ini sudah memiliki kualitas world class utamanya di sisi packaging,” cetus Pakde Karwo.

Selain menampilkan pameran, Jatim Fair 2016 juga memberi hiburan sensasional kepada masyarakat Jatim dengan menampilkan konser musik artis/grup band ibukota nonstop selama 11 hari. Mulai dari Kahitna, Yovie & The Nuno, Wali, Isyana Sarasvati dan masih banyak lainnya.

Untuk di area Convention Hall Lantai 3, selama pameran juga digelar aneka lomba dan kompetisi. Sehingga tepat kiranya Jatim Fair 2016 menjadi ajang pameran, promosi, hiburan, belanja dan rekreasi keluarga bagi semua lapisan masyarakat Surabaya dan Jatim. Untuk jam buka pameran setiap hari mulai pukul 11.00-22.00WIB, dan free entry hari Senin sampai Jumat pukul 11.00-16.00 WIB.@sarifa/adv