LENSAINDONESIA.COM: Serangan bom yang diluncurkan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah menewaskan lebih dari 100 orang pelayat di Sanaa, Yaman. Namun, Arab Saudi membantah telah melancarkan serangan udara tersebut.

Koalisi dalam satu pernyataan menyatakan mereka tidak menggelar operasi di lokasi tersebut dan “sebab lain” insiden itu harus dipertimbangkan. Mereka menyatakan aliansi “sejak dahulu menghindari perkumpulan semacam itu dan (mereka) tidak pernah menjadi target serangan.”

Pemberontak Houthi yang didukung Iran menyerbu Sanaa pada September 2014 dan menguasai sejumlah wilayah di Yaman, membuat pemerintah Presiden Abedrabbo Mansour Hadi terpaksa harus melarikan diri dari Ibu Kota.

Lebih dari 6.700 orang, sebagian besar warga sipil, tewas di Yaman sejak koalisi mengintervensi untuk mendukung Hadi pada Maret tahun lalu, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Akibat perang sipil yang meledak sejak 2015 lalu, telah menewaskan 10 ribu warga dan membuat tiga juta warga Yaman kehilangan tempat tinggal.

Seperti yang ditulis sebelumnya, serangan pada sebuah gedung yang berisi pelayat yang berkabung untuk ayah Jalal al-Roweishan, menteri dalam negeri pemerintahan Yaman Houthi, di Sanaa, Yaman 8 Oktober 2016 menewaskan 140 orang. Warga setempat menyatakan serangan udara dilakukan oleh pimpinan Arab Saudi. @licom