LENSAINDONESIA.COM: Iwan Jowono dibawah naungan Genta Art, hadirkan memori Surabaya tempo dulu melalui karya lukis yang ia pamerkan di Jatim Fair Surabaya, 6-16 Oktober 2016. Bersama Solikhin Owner Genta Art, Iwan Yuwono menyulap Lukisan tempo dulu tak sekedar soal  bangunan heritage,  namun menyuguhkan rekaman kehidupan sosial tempo dulu dengan angle bangunan  berbeda.

“Iwan itu kan mencoba mengedukasi masyarkat tentang sejarah melalui goresannya. Kalau lukisan Surabaya tempo dulu sebenarnya sudah ada beberapa, tapi karya Iwan ini berbeda dan saya suka. Maka saya beli dan ajak dia bekerjasama di bawah studio Genta Art sampai sekarang.”, tutur Solikhin Ming – Owner Gentha Art kepada Lensaindonesia.com, Sabtu (07/10/2016).

Solikhin mengatakan, Iwan Jowono masih jadi yang terbaik dalam tema lukisan ini. Sebelum Iwan Jowono, goresan Joni Ramlan dalam memnggambarkan Surabaya tempo dulu lebih memikat, namun kini Joni sudah beralih ke lukisan-lukisan kontemporer berjenis surealis.

“Seiring berjalannya waktu, saya cermati selera pasar. Saya selaraskan karya Iwan dengan selera pasar. Lalu saya sampaikan ke Iwan, masyarakat lebih suka melihat banyak manusia yang terlihat berinteraksi terlihat menyebar dan memenuhi bangunan heritage yang ia lukis sesuai cara bersosial pada masa itu, agar terlihat tidak kosong, ternyata Iwan membuka diri atas masukan itu”, papar Solikhin.

Lukisan Iwan Jowono dihargai pada kisaran 5 juta hingga 60 Juta dengan 3 pilihan dimensi, yaitu 30×40, 50×70 dan 70×100. Hampir semua suasanan dan bangunan heritage Surabaya dijadikan objek lukisan.

“Di jajaran lukisan Surabaya Tempo dulu, milik Iwan ini pasti berbeda dari sisi angle dan dimensi bangunanya. Karena saya lihat, pelukis lain masih melukis dari gambaran potret-potret masa lalu yang banyak mengambil angle bangunan dari depan. Saya dan Iwan coba kompilasikan potret masa kini dan silam untuk menghasilkan lukisan dari penggambaran sudut yang berbeda tetapi tetap dengan proporsi yang sama”, pungkas Solikhin.@Retha