Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Rangkaian puncak peringatan “Hari Anak Perempuan Internasional” 2016 (International day of girls), diperingati anak-anak perempuan di pedalaman Kalimantan Barat, menebar beragam curahan hati anak-anak perempauan pedalaman yang mengundang pilu.

Pasalnya, fokus peringatan tahun ini menyuarakan harapan bagaimana dapat memperkecil angka putus sekolah dan kasus pernikahan dini yang masih melilit anak-anak perempuan pedalaman.

Ketua Penyelenggara Peringatan Hari Anak Internasional, Sr Theresia Kurniawati RGS di Marau, Kalimantan Barat, mengakatan kegiatan penyadaran dan pendampingan
harus terus digencarkan oleh semua pihak.

“Anak perempuan pedalaman mempunyai potensi (hak) yang sama dengan anak-anak (perempuan) di kota. Mereka mempunyai kemampuan untuk mengungkapkan ide, gagasan dan jiwa kepemimpinannya,” kata Theresia
dalam keterangan pers yang disampaikan kepada LICOM, Selasa (11/10/2016).

“Dengan ikut serta dalam peringatan Hari Anak Perempuan Internasional ini, kami berharap  suara- suara lirih dari pedalaman ini dapat didengar dan berpengaruh pada usaha-usaha menguatkan potensi-potensi anak perempuan pedalaman,” harapnya.

“Dimasa yang akan datang kami berharap akan banyak lahir pemimpin perempuan (Srikandi, red) yang mampu
mengambil kebijakan bagi daerah-daerah pedalaman sehingga dapat sejajar dengan daerah lain dalam hal kemajuan. Anak-anak perempuan Dayak benar-benar menginginkan Kalimantan Baru.”

Kalimantan Baru, menurutnya, adalah mimpi dan harapan, dimana setiap pribadi yang ada di dalamnya merasa aman, tenteram dan damai. Kalimantan harus menjadi tempat yang aman bagi tumbuh-kembangnya seluruh ciptaan. Kalimantan harus menjadi tempat yang aman
untuk tumbuh-kembangnya potensi-potensi anak-anak perempuan.

“Secara pribadi saya berharap anak-anak perempuan di pedalaman mempunyai pengalaman yang sama dengan anak-anak perempuan di belahan dunia yang lain. Sehingga, tumbuh kebanggaan, solidaritas dan kesatuan dengan sesama perempuan untuk memperjuangkan
hak-haknya,” pungkasnya. @licom