LENSAINDONESIA.COM: Sebuah negara bisa dikatakan maju jika jumlah wirausahawan mencapai komposisi ideal 2% dari total jumlah penduduk. Namun saat ini, Indonesia baru memiliki 1,56% wirausahawan dari sekitar 252 juta penduduk.

Sebagai perbandingan, jumlah wirausahawan di negara ASEAN seperti Singapura tercatat 7%, Malaysia 5%, Thailand 4,5%, dan Vietnam 3,3%. Selain itu, peningkatan
jumlah wirausahawan pun jadi mendesak jika mengingat bahwa 2016 ini Masyarakat Ekonomi ASEAN, ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area), dan APEC (Asia-Pacific
Economic Coorperation) dimulai.

Pertimbangan itu, Sampoerna University berencana menggelar talkshow interaktif bertema “Passion for Future: Creative Business for Millenial”. Acara ini menghadirkan para praktisi yang sukses berwirausaha dan berkontribusi pada perekonomian dan lingkungan. Antara lain, Danny Oei selaku Chief Marketing Officer GDP Venture – sebuah grup holding yang membawahi 20 perusahaan yang berfokus pada pengembangan komunitas, bisnis, periklanan dan hiburan, dan Charerany Putri selaku Founder Gerak Cepat (www.gerakcepat.com) – suatu platform digital yang bertujuan mewadahi
kepedulian generasi muda di Indonesia terhadap isu-isu politik dan sosial.

Selain Danny Oei, juga dihadirkan Ir Muhril Ardiansyah, MSc, PhD Wakil Dekan Faculty of Business Sampoerna University. Talk show akan berlangsung di Airlangga
Room, Hotel Novotel lt 10, Jl Raya Ngagel no 173-175, Surabaya, Sabtu mendatang (15/10/2016).

Public Relations & Publicity Manager Putera Sampoerna Foundation, Putri A. Sasongko, menerangkan dekan Ir Muhril Ardiansyah, MSc, PhD akan membahas pentingnya
kehadiran sebuah sistem edukasi pendidikan tinggi berkurikulum internasional yang mampu mengasah kreativitas serta kemampuan berpikir kritis generasi millenial, “Khususnya dalam membentuk mereka menjadi
wirausahawan yang memiliki kompetensi serta perspektif global dalam melihat dan mengembangkan peluang bisnis.”

Diketahui, pemerintah optimistis bahwa tahun 2016 pertumbuhan wirausaha ke titik ideal 2% dapat tercapai, terlebih melihat bahwa gairah wirausaha kini semakin meningkat di antara generasi muda Indonesia, khususnya mereka yang berada di kelompok generasi millenial.

“Wirausaha telah menjadi salah satu alternatif utama bagi generasi millenial dalam berkarya, begitu lulus mereka tidak lagi berburu lowongan pekerjaan, tapi berupaya
mencari peluang bisnis dan menjadikan peluang bisnis itu sebagai pintu masuk ke dunia wirausaha,” jelas Putri Sasongko dalam paparan undangannya kepada LICOM,
Selasa (11/10/2016).

Untuk mendukung gairah tersebut, lanjut Puteri, Indonesia perlu menyiapkan calon wirausaha baru yang berkualitas sejak di tingkat pendidikan tinggi. Hal inilah yang
mendasari fokus pendidikan di Sampoerna University.

“Melalui sistem pendidikan Amerika berbasis Science, Technology, Engineering, Arts and Math (STEAM), Sampoerna University mampu mendorong kemampuan akademik dan kreativitas para mahasiswanya agar mudah beradaptasi pada kemajuan teknologi dan perubahan sosial,” jelas Putri.

“Serta memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah sehingga mereka dapat berkembang menjadi calon wirausaha yang unggul dan siap berkompetisi di masa depan,” demikian Putri mengakhiri. @licom_ad