LENSAINDONESIA.COM: Pelukis Fatkur Rochman Hartono menggelar pameran tunggal lukisan sketsa selama lima hari di Galeri Dewan Kesenian Surabaya.

Pameran tunggal bertajuk ‘Sketsa Negeri’ yang tanggal 12 -16 Oktober 2016 ini terselenggara berkat dukungan dari Studio Lima yang selama ini aktif mendukung berbagai kegiatan kesenian termasuk seni lukis.

Koodinataor Komunitas Studio Lima Ryan Pramuditya menjelaskan, lukisan yang ditampilkan sebanyak 22 buah. Karya-karya sketsa ini merupakan goresan terbaik dari pelukis Fatkur Rochman yang merupakan anak didik maestro pelukis sketsa Affandi.

“Fatkur merupakan anak didik dari maestro pelukis indonesia, almarhum Affandi. Fatkur juga mendapatkan bimbingan dari pelukis senior Aam Rachmansyah,” kata Ryan, Rabu (12/10/2016).

Lukisan-lukisan yang akan dipamerkan, lanjut Ryan, banyak bercerita tentang kekayaan budaya negeri dan keanekaragaman seni tradisioanl dari berbagai daerah di nusantara. Harapannya, masyarakat lebih peduli pada keberadaan budaya dan seni sebagai warisan leluhur.

“Supaya masyarakat juga tidak selalu melihat wajah Indonesia dari carut marutnya ideologi, politik, dan degradasi moral. Indonesia punya nilai yang santun dan harus disikapi dengan positif,” tuturnya.

Selain memamerkan karya lukisan Fatkur, pembukaan pameran lukisan ini dimeriahkan dengan beberapa acara pendukung. Salah satunya pembacaan puisi untuk tiap lukisan yang dipamerkan. Ada juga penampilan group ensemble percussion Atas Nama Bangsa.

Sementara itu, Fatkur mengaku sudah menekuni seni lukis sketsa selama hampir 16 tahun. Kecintaannya ini didasari atas pandangan bahwa sketsa merupakan induk dari semua seni lukis.

“Saya itu miris melihat anak-anak sekarang mulai meninggalkan seni lukis. Mau motret dirinya, tinggal foto dan cetak. Padahal kalau dilukis rasanya akan beda,” tuturnya singkat.@wan