LENSAINDONESIA.COM: Polrestabes Surabaya membongkar jaringan pengedar dan pengguna narkoba di kalangan kawula muda dengan menangkap 9 tersangka. Delapan orang yang diamankan tercatat masih aktif sebagai mahasiswa di Surabaya. Bahkan salah satu pelaku diketahui nekat berjualan narkoba melalui akun instagram.

Masing-masing yang diamankan adalah M Nur (23) warga Jl Ngagel Mulyo Wonokromo, M Rizky (22) warga Jl Menur Gubeng Surabaya, Candra (26) warga Jl Semolowaru Surabaya, Putri (26) warga Jl Jawa Surabaya, Adhimas (25) warga Jl Sidosermo Indah, Bobby (24) warga Jl Wisma Pagesangan Surabaya, M Harissa (21) warga Jl Bendul Merisi Surabaya, Angga K (20) warga Jl Simo Kalangan Surabaya dan Yusuf (23) warga Jl Sukomanunggal. Kesembilan orang yang masih satu komplotan ini ditangkap karena terlibat dalam kasus kepemilikan dan peredaran narkoba jenis ekstasi, ganja serta sabu.

Penangkapan bermula pada Sabtu (1/10/2016) sekitar pukul 23.00 WIB. Petugas Sat Reskoba Polrestabes Surabaya melakukan penggerebekan di kamar 1717 Hotel Alana Jl Ketintang Surabaya, dan berhasil mengamankan 5 orang yang sedang pesta narkoba. M Nur dan M Rizky bersama tiga saksi, Rani, Ardi dan Zulfikar diamankan dengan barang bukti berupa 1 poket ganja 3,54 gram, 1 kertas papir, 1 dompet dan 2 Hp.

Untuk Rani, Ardi dan Zulfikar, kendati ikut digerebek dalam kamar tersebut namun mereka hanya dijadikan saksi karena tidak terbukti membawa narkoba. Hasil tes urine juga tidak terbukti positif mengonsumsi narkoba.

Kasus dikembangkan dan pada Senin (3/10/2016) sekitar pukul 16.30 WIB, Unit Sat Reskoba Polrestabes Surabaya mengamankan Candra warga Jl Jawa dan Putri warga Jl Jawa, di parkiran Circle K Jl Taman Apsari. Dari keduanya, disita barang bukti 1/2 butir ekstasi logo bintang, 1/2 butir ekstasi bentuk minion dan 1 butir ekstasi coklat.

Setelah Cabndra diperiksa, Sat Reskoba Polrestabes Surabaya mengembangkan lagi kasus ini dan pada Selasa (4/10/2016) sekitar pukul 21.00 WIB, ditangkap Adhimas di sebuah rumah Jl Sidosermo Indah Surabaya dengan barang bukti 20 butir ekstasi biru logo coca-cola seberat 7,99 gram, 30 eekstasi coklat bentuk sakura dengan berat keseluruhan 8,42 gram, 2 Hp dan 1 buku tabungan BCA. Dari pengembangan tersangka Adhimas petugas berhasil menangkap kurir narkoba, Bobby, warga Jl Pagesangan yang mengaku mendapat suplai dari Donny, penghuni LP Pamekasan.

Dari pengembangan tersangka Bobby, Rabu (5/10/2016) sekitar pukul 11.00 WIB, petugas Sat Reskoba menangkap M Harissa dengan barang bukti 1 poket ganja kering 2,59 gram, 1 pipet kaca yang masih ada bekas sabu seberat 0,89 gram, 6 poket sabu 3,76 gram, 1 poket berisi keytamine 0,21 gram, 1 timbangan, 1 Hp, 1 toples, 2 kertas paper, 1 bungkus plastik klip, 1 tas coklat, 1 korek api, 2 serok kecil dari sedotan plastik.

Dari keterangan M Harissa, Kamis (6/10/2016) sekitar pukul 23.00 WIB, petugas meringkus Angga, warga Jl Simo Kalangan dan Yusuf, warga Jl Sukomanunggal di Alfamart Jl Diponegoro. Barang bukti yang diamankan 4 poket berisi total 75 butir ekstasi berbentuk minion kuning biru, 7 poket sabu, 2 Hp dan 1 motor. Dalam pemeriksan, diketahui jika narkoba itu didapat dengan sistem ‘ranjau’ di Jl Merapi, setelah memesan kepada seorang bandar yang berada di Lapas Pamekasan Madura.

Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Donny Adityawarman, mengatakan salah satu tersangka yakni M Rizky malah menggunakan media sosial instagram sebagai media untuk menjual narkoba. “Kesembilan tersangka ini kami amankan di waktu dan tempat berbeda. Tersangka M Rizky diketahui mengedarkan narkoba melaluiakun instagram dengan pangsa pasar teman-teman kuliah di kampusnyai,” terangnya, Rabu (12/10/2016).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kesembilan tersangka dijerat Pasal 111,112,114 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, sesuai dengan peran masing-masing tersangka. @nanda