LENSAINDONESIA.COM: Pemprov Jawa Timur dinilai tak tegas terhadap aturan pelarangan daging sapi/kerbau impor yang masuk ke pasar di Jatim. Pasalnya, sejumlah pasar di Jatim saat ini diserbu dengan murahnya daging impor, yakni daging kerbau asal India.

Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim Muthowif, menyebut adanya penemuan ini Pemprov jelas kecolongan dan tak serius soal pelarangan masuknya daging impor di pasar Jatim.

“Ini masalah serius dan mengancam kelangsungan peternak penjual daging sapi lokal. Harga daging kerbau dari India itu murah per kilogramnya hanya Rp 60.000,” Curhat Muthowif di Surabaya, Jumat (14/10/2016).

“Kalau Pemprov memang konsisten terhadap kebijakan larangan impor daging impor yang dibuat tahun 2010, yang melindungi para peternak dan pelaku pasar tradisional, seharusnya bertindak tegas atas masuknya daging impor ini,” tambahnya, seolah menuding Pemprov Jatim ‘pilin-plan’.

Dia menilai daging kerbau impor dari India itu diindikasikan belum bebas PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). “Pemprov harus lebih tegas keberpihakannya. Bilang Jatim surplus daging sapi, tapi ternyata daging impor bebas masuk ke Jatim, bahkan ke pasar tradisional,” kritiknya.

“Jelas kami pedagang daging lokal sangat kecewa dan tentu juga daging itu belum aman dikonsumsi oleh masyarakat,” tegas dia,” tambah Muthowif.

Disebutkan, penyebaran daging asal India itu ada di banyak pasar tradisinal di Madiun. “Saya dapat laporan dari teman di Madiun, tapi daging itu diambilnya dari Surabaya. Berarti di Surabaya pastinya juga dijual itu,” imbuhnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyanggah klaim Pemprov Jatim yang selama ini menyebut bahwa Jawa Timur lumbung sapi sehingga surplus daging sapi, tapi nyatanya Jawa Timur kekurangan daging. Artinya, klaim itu identik ‘abal-abal’.

“Kalau yang diimpor daging sapi, maka yang dirugikan para peternak dan pelaku pasar pasar tradisional (daging lokal/segar) yang diuntungkan justru sebagian kecil orang (importir). Itu yang saya maksud tidak keberpihakan kebijakan Pemprov,” pungkasnya.@sarifa