Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Bandar Narkoba simpan sabu 0,3gram dihukum 8 tahun dan bayar denda Rp1 miliar
Bandar Narkoba asal lampung ini tertegun begitu mendengar divonis 8 tahun penjara, sementara tuntutan jaksa sebelumnya mengajukan hukuman 11 tahun.
HEADLINE DEMOKRASI

Bandar Narkoba simpan sabu 0,3gram dihukum 8 tahun dan bayar denda Rp1 miliar 

LENSAINDONESIA.COM: Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Yulisar, akhirnya sependapat dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hasanudin Tandilolo dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya, terkait perkara bandar narkoba yang melibatkan Saiful Anam, warga Tenggumung Surabaya sebagai terdakwa.

Terdakwa Saiful dinyatakan terbukti secara sah bersalah, tanpa hak menjual dan mengedarkan narkoba jenis sabu. Karena itu, majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap terdakwa dengan hukuman 8 tahun penjara.

Vonis ini dibacakan majelis hakim pada persidangan yang digelar di ruang Kartika PN Surabaya.

“Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar hakim membacakan amar putusannya.

Tak hanya itu, selain hukuman penjara, terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan. “Apabila tidak membayar denda, dapat diganti dengan kurungan selama tiga bulan,” tambah hakim.

Pertimbangan hukuman itu, majelis hakim menilai terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan penyalagunaan dan peredaran narkoba. Sedangkan sikap sopan terdakwa selama persidangan, menjadi pertimbangan yang
meringankan dalam pertimbangan hakim menjatuhkan putusan.

Terdakwa hanya bisa terdiam dan tertegun mendengar putusan itu. Tapi, dia juga terlihat sesekali menarik nafas panjang. Maklum, vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang dibacakan pada agenda sidang sebelumnya. Oleh jaksa, terdakwa dituntut 11 tahun. Atas putusan ini, kedua belah pihak, baik masih menyatakan pikir-pikir.

Diketahui, perkara ini berawal dari penangkapan petugas Polsek Pabean Cantikan terhadap terdakwa pada April 2016 silam. Terdakwa ditangkap petugas, saat sedang menunggu pelanggan di jalan Tenggumung Wetan gang Delima Surabaya.

Dari tangan terdakwa, petugas berhasil mengamankan 3 paket sabu masing-masing seberat 0,3 gram, 350 bungkus plastik kosong untuk membungkus sabu, uang sebesar Rp 400.000 serta handphone warna putih untuk sarana komunikasi terdakwa dengan para pelanggannya.

Baca Juga:  Kadisdik Kota Bekasi ngaku tak tahu menahu demo pemotongan gaji guru, ketua aksi terancam dipolisikan

Kepada petugas, terdakwa mengaku bahwa sabu tersebut miliknya yang diperoleh dari Adit (DPO) dengan cara ranjau.

Setelah sabu ditangan, oleh terdakwa akhirnya sabu tersebut dibagi-bagi lagi dalam bentuk paket kecil dan dijualnya seharga Rp 200.00 per paketnya.

Atas perbuatannya, oleh jaksa, terdakwa dijerat pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. @rofik