LENSAINDONESIA.COM: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kali ini memaparkan perkembangan dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang masih nampak signifikan.

Poltak L Tobing, Executive Vice President LPS mengungkapkan, awalnya DPK diperkirakan pertumbuhannya bakal melonjak 10 persen pertahun. Dan kali ini justru meningkat lebih tinggi yakni 12 hingga 15 persen per tahun.

“Kenaikan tersebut sudah terjadi di tahun 2006, pas setahun LPS berdiri dan hingga sampai saat ini DPK pun melaju diatas angka 10 persen,” tandas Poltak kepada LEnsaindonesia.com, Rabu (19/10/2016).

Poltak menambahkan, lonjakan tersebut belum mengimbangi pertumbuhan asset LPS bernominal Rp 72 triliun dengan modal awal dari pemerintah Rp 4 triliun.

“Harusnya kalau target 2,5 persen dari total dana pihak ketiga (DPK) di perbankan, maka aset LPS sudah mencapai Rp 110 trillun. Apalagi kini bank umum yang terdaftar LPS di Indonesia sudah 118 bank. Data bank yang tercatat tersebut, ada 187 juta rekening yang menyimpan dana Rp 4.678 triliun. Sedangkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) berjumlah 1.794 bank dengan 12 juta rekening yang mengantongi dana Rp 76 triliun,” papar Poltak.

Sementara itu, Suyatno, Ketua Perbarindo Jawa Timur menjelaskan, hingga kini BPR di Jawa Timur mulai menunjukkan perkembangan positif yang signifikan. Sebab untuk simpanan dari masyarakat sudah tumbuh di angka 20 persen per tahunnya.

“Ini menandakan masyarakat mulai percaya kepada BPR, ditambah lagi jika LPS yang memberikan jaminan penuh untuk dana simpanan mereka di BPR,” tutup Suyatno.@Eld-Licom