LENSAINDONESIA.COM: Sudadio Santoso (49) warga Jl Dinoyo, diringkus petugas Reskrim Polsek Tegalsari, Surabaya, karena melakukan pencabulan terhadap I (33), saudaranya yang punya keterbelakangan mental.

Bapak satu anak ini bahkan mengaku sudah 5 kali melakukan pencabulan terhadap korban di rumahnya dan mengiming-iming akan memberi uang kepada korban.

Kasus pencabulan bermula ketika korban ingin potong rambut dan minta diantar Sudadio. Setelah dberi uang Rp 150 ribu, korban kemudian sering mendatangi rumah tersangka. Karena sering datang, korban lalu diminta untuk membantu bersih-bersih rumah tersangka setiap hari Sabtu. “Setelah saya beri Rp 150 ribu untuk potong rambut, korban sering main ke rumah. Dari situlah kemudian muncul hasrat birahi saya mas,” aku Sudadio kepada penyidik Reskrim Polsek Tegalsari.

Kapolsek Tegalsari, Kompol Noerijanto, mengatakan kasus ini terbongkar berkat laporan keluarga korban yang curiga karena seringnya korban mendatangi rumah tersangka. “Berbekal laporan dari keluarga korban terkait tindak asusila berupa pencabulan hingga persetubuhan yang dilakukan tersangka, kami mengumpulkan bukti-bukti hingga mendapati tersangka di rumah bersama korban,” terangnya.

Noerjianto menambahkan, tersangka dan korban ini sebenarnya masih memiliki hubungan kerabat. “Dengan dalih tidak kuat menahan hasrat semenjak ditinggal istrinya. Pelaku ini kerap memberi sejumlah uang Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu, usai menyetubuhi korban berkali-kali di rumahnya,” tandas Mantan Kapolsek Sukolilo ini

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Sudadio dijerat Pasal 286 dan 64 KUHP dengan ancaman hukuman pidana lebih dari lima tahun penjara. @nanda