LENSAINDONESIA.COM: Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, merespon maraknya tuntutan masyarakat agar Kepolisian Republik Indonesia menegakkan supremasi hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Ahok dianggap menistakan agama, karena pernyataannya soal Surat Al-Maidah Ayat 51, yang tidak hanya gaduh di Indonesia, tapi juga mengundang perhatian internasional.

“Sampai saat ini polemik akibat pernyataan Pak Ahok masih terus bergulir, tuntutannya agar Polri memproses laporan penistaan agama yang dilakukan Ahok secara adil dan menjunjung supremasi hukum. Saya pribadi masih menerima pengaduan dan harapan masyarakat luas tetang hal itu,” kata Jazuli, di Gedung DPR-RI, Jakarta, Jumat (21/10/2016).

Fraksi PKS, tegas Jazuli, mendorong dan memberikan kepercayaan kepada Polri untuk menghadirkan tegaknya supremasi hukum dalam kasus ini. Siapa pun pihak yang diduga melakukan penistaan agama, kebetulan saat ini terduganya adalah Ahok, harus diproses hukum tanpa pandang bulu, dan tidak mengaitkannya dengan kepentingan politik apa pun.

“Saya kira sudah ada preseden Polri konsisten dan konsekuen dalam menegakkan supremasi hukum terkait hal ini seperti yang terjadi di Bali dan Medan. Saya optimistis Polri akan menegakkan hal serupa untuk kasus ini. Apalagi, atensi umat Islam demikian besar, bukan hanya di Jakarta tapi di berbagai wilayah Indonesia,” kata Jazuli.

Terkait waktu penanganan kasus ini, Jazuli Juwaini mendorong agar segera diproses tanpa menunggu Pilkada DKI Jakarta selesai. Karena ini, lanjut dia, tidak ada hubungannya dengan Pilkada, tapi murni dugaan penistaan agama.

Polri, kata Jazuli Juwaini, harus membuktikan bahwa hukum tidak hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Polri juga harus menunjukkan bahwa hukum tidak tunduk pada kepentingan politik kekuasaan. Tapi, semata-mata untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat.

“Konsistensi Polri dalam menjaga supremasi hukum dengan memproses kasus ini secara adil dan konsekuen diyakini akan berdampak pada terwujudnya ketertiban, ketenangan, dan ketenteraman masyarakat,” tandas Jazuli.

Kepada umat Islam, Jazuli berpesan agar tidak terpancing provokasi, dan tetap harus kedepankan toleransi. “Kalau pun menyampaikan aspirasi harus dengan cara damai dan simpatik, jangan sampai anarkis, karena Islam adalah agama pembawa rahmat (kasih sayang). Jangan sampai demonstrasi ditunggangi kepentingan yang merusak citra Islam sendiri,” pungkasnya. ‎@dg