LENSAINDONESIA.COM: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut aksi teror sekarang ini semakin mengerikan. Penyerangan di pos polisi Jl Perintis Kemerdekaan, Tangerang, menjadi bukti jika pelaku hanya seorang diri bisa nekat menyerang 3 polisi dengan senjata tajam.

“Saya ingatkan bahwa banyak anak-anak umur 10-11 tahun dididik, dilatih sangat profesional di Suriah oleh ISIS,” terang Jenderal Gatot Nurmantyo di Mabes TNI, Jumat (21/10/2016).

Menurutnya, anak-anak itu berangkat mengikuti orangtuanya. Selanjutnya mereka didoktrin kelompok ISIS dengan tak boleh mundur dalam situasi apapun bahkan harus terus melawan dengan menembak sambil tiduran. Bahkan Bahrun Naim, WNI yang telah berbaiat ke ISIS juga sudah mengirim pesan. “Apabila di Suriah sudah tidak aman, mereka kembali ke negaranya masing-masing lalu melaksanakan kalifah di sana. Selanjutnya menebar teror dengan apa saja yang ada, termasuk hanya berbekal pisau dapur,” jelas Jenderal Gatot Nurmantyo.

Hal itu sudah dipraktekkan di Prancis dengan kasus penusukan pisau dalam bus. Karena itu Jenderal Gatoto menegaskan jika teroris adalah musuh negara yang harus ditangkal secara serius. “Kalau kita tidak paham dan masih bodoh dengan menganggap aksi terorisme adalah tindakan pidana saja, maka tinggal nunggu saja anak dan cucu kita seperti di Suriah,” tegasnya. @LI-15