LENSAINDONESIA.COM: Jenazah pelaku penyerangan tiga polisi di Tangerang, Banten, Sultan Azianzah (22) dimakamkan di kecamatan Tigaraksa, Tangerang, Banten, Jumat (21/10/2016).

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pemekaman di Tangerang tersebut merupakan permintaan keluarga Sultan Azianzah.

“Jenazah SA dimakamkan di Tigaraksa,” katanya dalam keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta.

Boy menyampaikan, proses pemakanan dijaga oleh aparat kepolisian Tangerang.

Diketahui, Sultan Azianzah telah melakukan penyerangan terhadap tiga polisi di Pos Lantas Jalan Perintis Kemerdekaan, kawasan sekolah pendidikan Yuppentek, Cikokol, Tangerang, Kamis (20/10/2015) pagi.

Pelaku menyerang dengan cara menusukkan sebuah pisau kepda para korbannya.

Ketiga anggota polisi tersebut adalah Kompol Efendi yang merupakan Kapolsek Tangerang dengan luka tusuk di torak jantung dan dirujuk ke RS Siloam.

Iptu Bambang Haryadi selaku Kanit Dalmas Polres Metro Tangerang Kota dengan luka dada di kiri dan punggung kiri. Kini sudah dibawa ke RSUD Tangerang.

Bripka Sukardi sebagai anggota Satlantas Polsek Benteng Tangerang dengan luka di punggung kanan dan lengan kanan dan dibawa ke RSUD Tangerang.

Berdasarkan kronologis kejadian, peristiwa tersebut berawal ketika polisi yang tengah mengatur lalu lintas, tiba-tiba diserang pelaku dengan brutal menggunakan senjata tajam berbentuk golok dan dilempar sumbu yang menyerupai bahan peledak.

Setelah ada polisi yang terluka, anggota polisi lainnya kemudian melumpuhkan pelaku dengan menembak tiga kali di bagian paha pelaku.

Namun, Sultan Azianzah tewas dalam perjalanan saat hendak dibawa ke Rumah Sakit Polri Said Sukanto.

“Pelaku penusukan polisi di Tangerang meninggal dunia dalam perjalanan ke RS Polri karena kehabisan darah,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul.@LI-13