LENSAINDONESIA.COM: Rohmat (38) warga Jl Jeruk, Surabaya, diciduk petugas Reskrim Polsek Lakarsantri karena dilaporkan tega melakukan pencabulan terhadap anak tirinya, sebut saja namanya Melati (15).

Perilaku bejat yang dilakukan Rohmat kepada korban sudah dilakukan sejak tahun 2013 lalu. “Kasus pencabulan ini terungkap setelah bibi korban melapor ke kami,” ujar Kapolsek Lakarsantri Kompol Slamet Sugiarto, Minggu (23/10/2016).

Kompol Slamet menambahkan, saat melakukan aksinya yang terakhir, bapak bejat itu akan makan siang dan langsung bernafsu ketika melihat korban hendak mandi. Melihat kemolekan tubuh anak tirinya, pelaku mengurungkan niatnya untuk makan siang.

“Tak tahan memendam birahi, pelaku mencengkram tangan kanan korban dan memepetkan badannya ke bak mandi dengan posisi berhadapan. Dia langsung melakukan persetubuhan di dalam kamar mandi sambil mengancam akan membunuh anak tirinya itu jika tak mau melayani nafsu bejatnya,” katanya.

Korban yang memberontak akhirnya berhasil lari dari cengkeraman ayah tirinya dan berlari ke kamarnya tanpa sehelai benangpun. Beruntung pada saat bersamaan datang bibi korban yang baru pulang dari bekerja, sehingga Melati menceritakan kelakuan bejat ayah tirinya kepada bibinya.

Mendengar itu, bibi korban langsung menghubungi keluarga lainnya dan sepakat melaporkan kasus pencabulan ini ke Polsek Lakarsantri

Dihadapan petugas, pelaku yang bekerja sebagai kuli bangunan ini mengaku sudah melakjukan tindakan tak senonoh sejak Melati masih duduk di bangku SMP. “Saya akui tergoda dengan kemolekan anak tiri saya. Saya juga sering tidur bersama dalam satu kamar dan melihat dia mandi,” akunya.

Untuk mempertanggung jawbakan perbuatannya, Rohmat dijerat Pasal 76 d UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara. @nanda