LENSAINDONESIA.COM: Slamet Arifin (28) Warga Jl Uka, Benowo, yang melakukan pencabulan terhadap tiga anak di bawah umur, hanya bisa pasrah setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rasyid dari Kejari Perak menuntutnya dengan hukuman penjara 14 tahun, Senin (24/10/2016).

Sarjana teknik mesin itu didakwa telah melakukan pencabulan terhadap tiga bocah tetangganya sendiri, masing-masing V (7), R (8) dan S (6). Modus pelaku adalah memanggil para korban ke rumahnya lalu mengajak nonton film porno dari Ponselnya bersama-sama

Dalam surat tuntutan itu, terdakwa dijerat dengan pasal 82 Undang Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Dengan ini terdakwa atas nama Slamet Arifin dituntut 14 tahun kurungan penjara,” tegas JPU Fathol Rasyid dalam tuntutan.

Adapun yang memberatkan terdakwa adalah melanggar norma agama, semua korbannya anak-anak, serta merusak masa depan anak. Sementara yang meringankan, sarjana teknik mesin itu mengakui perbuatannya.

Perlu diketahui, kasus pencabulan yang dilakukan terdakwa, dimulai dari tahun 2013 hingga 2016. Saat itu Slamet Arifin yang melihat korban V dan teman-teman bermain di depan rumahnya. Terdakwa lalu memanggil korban untuk melihat video porno di Ponselnya.

Merasa berhasil, keesokan harinya, terdakwa kembali memanggil korban untuk masuk ke dalam kamarnya. Sambil memperlihatkan video porno kepada korban, pelaku melucuti celana dalam korbannya.

Hal senada juga dialami R dan S, dimana keduanya juga diperlihatkan video porno sebelum diminta melakukan oral seks. Semua itu dilakukan terdakwa di dalam kamarnya berulang kali hingga pada tahun 2016.@rofik