LENSAINDONESIA.COM: Printer Canon kini makin menunjukkan performa berambisi bertahan panjang di posisi leader. Sebab merujuk data International Data Corporation (IDC), Canon masih memimpin pasar printer inkjet di Indonesia yang mendominir pasar sekitar 46%, berikut printer dengan sistem infus.

Bahkan, melalui PT Datascript, Distributor resmi printer Canon untuk Indonesia berani mamatok target penjualan produk terbarunya printer inkjet Canon seri-G mampu meraih 100 ribu unit tahun ini, dan 30 persennya disumbang dari Surabaya khususnya Jatim.

Monica Aryasetiawan, Division Manager Canon Consumer Systems Products PT Datascript menyampaikan, memang Canon sempat meberbut konsumen kompetitornya. Terutama di seri G yang memerlukan cetak dengan kapasitas banyak. Dan daya kompetisi ini terus dinaikkan oleh pihaknya.

“Kami mengakui agak terlambat terjun di pasar printer dengan teknis infus. Namun kami sangat berani bersaing dengan yang lain lantaran kualitas dan fiturnya. Dengan printer Canon seri-G ini, kami mampu akan mendominasi pasar printer,” tandas Monica kepada Lensaindonesia.com, Senin (24/10/2016).

Monica menambahkan, sistem infus dan penampung tinta terkesan efisien dan tak perlu lakukan isi ulang tinta. Sistem ini mampu menekan pembelian catridge yang dikenal cukup lumayan mahal jika memerlukan pengisian berulang-ulang.

“Tingkat efisiensi ini tentunya sangat menarik bagi pengguna heavy user seperti mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir, atau kantor yang membutuhkan pencetakan cukup banyak setiap harinya,” papar Monica.

Tiga produk printer Canon di seri-G yakni G1000, G2000 dan G3000 ini menggunakan teknologi infus (ink-tank) menampung tinta yang dialirkan ke printer head. Ini teknologi baru digunakan oleh Canon, usai sebelumnya mengandalkan teknologi cartridge.

“Printer seri-G ini mengusung 4 tangki warna mampu cetak 7.000 lembar untuk BW (Black and White) dan 6.000 lembar untuk FC (Full Color) sekali isi tinta. Apalagi tinta refillnya hanya dibandrol Rp 90 ribuan per botol, dan untuk cetak hitam-putih mampu hemat hingga Rp 15 per lembar. Dan setiap pembelian printer tersebut memperoleh garansi 2 tahun serta tambahan 1 tahun garansi jika resgistrasi secara online. Sedangakan untuk print head digaransi 1 tahun atau setara penggunaan 15 lembar,” imbuh Monica.

Untuk harga, PT Datascript membanderol printer Canon seri-G mulai dengan harga Rp 1,775 juta untuk tipe G1000 yang single function printer. Sedangkan tipe G2000 yang multifunction printer berharga Rp 2,19 juta dan untuk tipe G3000 yang mengusung teknologi wireless printing dengan harga Rp 2,775 juta.@Eld-Licom