LENSAINDONESIA.COM: Musisi Ahmad Dhani dalam waktu dekat bakal berurusan dengan polisi setelah dilaporkan dengan tuduhan menghina Presiden melalui orasi ‘kontroversial’ yang menghina Presiden Joko Widodo di depan Istana Negara dalam demo 4 November kemarin.

Ahmad Dhani dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ormas Projo dan Laskar Rakyat Jokowi, Minggu (6/11/2016) malam. Ketua Umum Ormas Projo, Budi Arie Setiadi, menganggap perbuatan yang dilakukan musisi itu merupakan penghinaan terhadap Kepala Negara. “Perbuatan Ahmad Dhani melawan hukum, dengan dasar penghinaan Kepala Negara. Karena diucapkan saat orasi di depan Istana Negara,” ujarnya.

Pelaporan ke Polda Metro Jaya itu dibuat untuk menjaga kehormatan seorang Presiden Republik Indonesia yang dipilih melalui proses Pemilu. “Kami hanya ingin membela dan menjaga kehormatan Presiden RI,” tegasnya.

Alat bukti yang dibawa Ormas Projo dan Laskar Rakyat Jokowi berupa rekaman yang ada di situs Youtube. Sementara pelanggaran yang diajukan untuk menjerat Ahmad Dhani adalah Pasal 207 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun 6 bulan.

Perlu diketahui, Ahmad Dhani melakukan orasi bernada penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dalam demo ‘Aksi Bela Islam’, 4 November lalu. Ia menyebut kalimat kotor dan sejumlah binatang yang diduga ditujukan kepada Presiden. @LI-15