LENSAINDONESIA.COM: Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November di Kabupaten Jombang, diwarnai tumbangnya puluhan siswa-siswi peserta yang mendadak pingsan. Sedikitnya 30 peserta upacara ditandu ke pinggir lapangan untuk mendapat bantuan kesehatan berupa minyak angin dan minuman. Bahkan ada salah satu siswa peserta upacara harus mendapat bantuan oksigen karena sesak nafas di mobil kesehatan yang standby di lokasi, Kamis (10/11/2016) pagi WIB.

Meskipun cuaca mendung, namun hawa gerah membuat banyak peserta jatuh pingsan sehingga harus digotong meninggalkan lokasi upacara Peringatan Hari Pahlawan. Kebanyakan dari mereka adalah siswa-siswa sekolah yang mengalami dehidrasi dan lemas saat upacara berlangsung.

Menurut petugas kesehatan Dinkes Kabupaten Jombang Agus Sucipto, puluhan siswa itu pingsan karena kondisi badan yang kurang fit dan belum sarapan, sehingga saat upacara mereka mengalami kelelahan lalu bertumbangan. “Mereka yang pingsan juga diduga mengalami dehidrasi akibat cuaca mendung namun udara sangat panas, saat upacara berlangsung,” jelasnya.

Upacara bendera 10 November untuk memperingati Hari Pahlawan ini sendiri digelar di alun-alun Kabupaten Jombang dengan dihadiri Forkopimda, seluruh pejabat Pemkab Jombang, veteran, anggota TNI/Polri dan Perwakilan pelajar dari sejumlah sekolah yang ada di Jombang.

Adapun Peringatan Hari Pahlawan kali ini mengambil tema “Satukan Langkah Untuk Negeri” dengan dipimpin langsung Bupati Jombang Nyono Suharli, selaku inspektur upacara. Dalam pidatonya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari para generasi muda, khususnya pelajar, mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pejabat untuk bisa meneladani segala jasa serta upaya para pejuang di saat merebut kemerdekaan, sekaligus mampu meneruskan cita-cita para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia. @Obi