Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Gerakan Penyelamat Bangsa desak Polri segera periksa Ahmad Dhani
Perwakilan GPB Jatim saat mengirim surat desakan ke Polda Jatim terkait dugaan penghinaan Ahmad Dhani terhadap Presiden Jokowi
HEADLINE DEMOKRASI

Gerakan Penyelamat Bangsa desak Polri segera periksa Ahmad Dhani 

LENSAINDONESIA.COM: Orasi Ahmad Dhani saat demo bela Islam pada 4 November 2016 yang diduga telah melecehkan Presiden RI, mendapat tanggapan serius Gerakan penyelamat bangsa (GPB) Indonesia di Surabaya, Jawa Timur.

Gerakan Penyelamat Bangsa (GPB) mendesak Mabes Polri segera memeriksa pentolan grup band Dewa ini, karena dianggap telah melakukan penghinaan terhadap simbol negara dan melakukan penghasutsan sehingga dapat memecah keutuhan NKRI.

GPB Jatim yang terdiri dari berbagai gabungan organisasi‎ seperti DPW Jawa Timur, JPKP Nasional yang diwakili Hakim Kadir, Ikatan Dai Muda Indonesia diwakili KH Abdullah Faqih, BaraJP Jawa Timur Moch. Efendi SH, LBH BaraJP Jawa Timur diwakili Enrique Rodriego SH dan LPKP–TA Jawa Timur diwakili Abdul Muis, mendatangi Mapolda Jawa Timur di Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (11/11/2016).

Dipimpin langsung Ketua BaraJP Jawa Timur, Moch Efendi serta Achmad Shidiq sebagai perwakilan dari Advokat Jatim dan LBH BaraJP Jatim, GPB Jatim menyerahkan surat desakan untuk seger memeriksa Ahmad Dhani kepada Kapolri melalui Polda Jatim. “Kami ke Polda Jawa Timur ini untuk menyampaikan surat ke Kapolri agar memproses Ahmad Dhani terkait ucapannya yang diduga menghina simbol negara saat demo pada 4 November lalu,” kata Moch Efendi.

GPB Jatim menyatakan apa yang diucapkan mantan suami Maya Estianti ini sangat tidak pantas dilontarkan apalagi dilakukan saat melakukan orasi di depan publik. Perkataan tersebut sangat menyinggung GPB sebagai anak bangsa yang merasa terhina karena presiden merupakan simbol negara. “Karena masalah itulah, kami mendesak Kapolri agar secepatnya menindaklanjuti masalah tersebut. Dan ini sangat serius,” ujar Efendi menimpali.‎

GPB tidak ingin ada kelompok tertentu yang keberadaannya memanfaatkan momen penyampaian aspirasi masyarakat negeri ini dengan kepentingan tertentu dan menghina presiden. Sebab, menghina presiden itu sama halnya melecehkan dan merendahkan wibawa seorang presiden. Dan jika ini tidak diproses hukum maka akan muncul Ahmad Dhani yang lain yang menghina simbol negara. @rofik

Baca Juga:  APBD Surabaya Rp 10 triliun disahkan tepat di Hari Pahlawan, Risma: Merdeka!