Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dana desa di Jombang akan ditambah Rp52 miliar
Ilustrasi dana desa. (ISTIMEWA)
HEADLINE JATIM RAYA

Dana desa di Jombang akan ditambah Rp52 miliar 

LENSAINDONESIA.COM : Dana Desa tahun 2017 di Kabupaten Jombang bakal mendapat tambahan sebesar Rp52 miliar dari pemerintah pusat. Meski pada tahun ini pecairan dana desa (DD) di Kabupaten Jombang hingga awal November masih belum mencapai 90 persen. Kenaikan realisasi anggaran dana desa tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat yang sebelumnya dana desa tahun 2016 di jombang sebesar Rp 191 miliar, Senin (14/11/2016).

Hal itu diungkapkan, Kepala BPMPD (Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa) Kabupaten Jombang, Darmaji mengatakan informasinya memang akan ada penambahan dana anggaran dari pemerintah pusat untuk dana desa di Jombang sekitar Rp52 miliar. Ini bentuk penghargaan karena pencairan dana desa tahap pertama mendapat apresiasi pemerintah pusat tercepat dan terbaik.

Sedangkan untuk tahap dua bulan November penyerapan dana desa di Jombang masih sekitar 83 persen, masih ada 17 persen yang belum terserap. Yakni sebanyak 250 desa sudah mencairkan dana desa tersebut, dan masih ada 52 desa yang belum mencairkannya. “Namun, akan ditargetkan akhir bulan ini bisa terserap 100 persen,” jelasnya.

Belum cairnya DD tahap dua di 52 desa tersebut disebabkan realisasi penggunaan tahap satu belum mencapai 50 persen. Berdasarkan dari aturan pencairan tahap dua, minimal bisa dicairkan dengan ketentuan realisasi tahap pertama mencapai 50 persen. “Syukur bisa terealisasi dan tuntas 100 persen,” Harapnya.

Pihaknya mengimbau seluruh desa mematuhi seluruh peraturan tentang pengelolaan keuangan desa, dan khususnya berkaitan dengan penggunaan dana desa. Apalagi tahun ini seluruh desa juga sudah menerima surat dari KPK yang mewanti-wanti terkait pengelolaan harus dilakukan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan. @Obi

Baca Juga:  Hari ini, buku “Cerita dari Sudut Istana” diluncurkan, Fajroel dan Ngabalin jadi narasumber diskusi