Advertisement

LENSAINDONESIA.COM : Jumlah pasien anak di RSUD Jombang meningkat terpaksa di rawat di lorong ruangan. Dalam beberapa hari ini jumlah pasien anak di ruang seruni meningkat, pasien anak anak tersebut menderita sakit typus dan demam, Selasa (15/11/2016).

Seperti yang dituturkan Ibu Sumiasih salah satu orang tua pasien asal Kecamatan Wonosalam. “Ya terpaksa mas, mau bagaimana lagi, ruangan sudah penuh semua. Yang terpenting anak saya bisa menjalani perawatan di rumah sakit,” terangnya.

“Anak saya harus mendapat perawatan di rumah sakit, karena dokter mendiagnosa terkena epilepsi, dalam beberapa hari demamnya sangat tinggi. Untuk itu harus dirawat, meskipun ditempatkan di lorong ruangan Seruni ini dan fasilitas kesehatannya juga sama dengan pasien yang lain, hanya tempatnya saja,” jelas ibu dari Valensi ini.

Dari pantauan lensaindonesia.com di lokasi, terdapat belasan pasien yang ditempatkan di lorong Ruang Seruni. Mereka harus menjalani perawatan dari berbagai penyakit di antaranya demam, typus, dan penyakit lainnya.

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran mengatakan memang ruangan pasien anak anak tersebut masih kurang, yang hanya menampung 35 persen, padahal dalam kunjungannya beberapa hari terakhir meningkat. Sehingga pasien mendapat perawatan di lorong ruangan. “Meskipun demikian, kami tetap memperhatikan standar fasilitas kesehatan bagi para pasien,” katanya berjanji.

Pudji mengatakan jumlah pasien akan meningkat pada musim penghujan seperti ini. Namun begitu, pihaknya sudah merencanakan untuk menambah tempat tidur bagi pasien anak-anak tahun depan dengan memperhatikan BOR (Bed Occupancy Ratio = Angka penggunaan tempat tidur) terlebih dahulu. “Jadi, rencananya tahun depan sudah masuk perencanaan, dan selambat – lambatnya tahun 2018,” pungkasnya. @Obi