LENSAINDONESIA.COM: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan sikap terkait pasca ditetapkanya Guburnur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahajah Purnama alias Ahok atas kasus dugaan penistaan agama.

PB NU menghimbau, semua elemen bangsa, para tokoh dan pemuka agama untuk ikut andil secara pro aktif untuk meredakan situasi menjadi tenang dan sejuk.

Ketua Umum PB NU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj menyatakan sejumlah hal menyikapi hal tersebut. Demikian pernyataan sikap yang dikeluarkan PB NU:

1. Mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil kepolisian dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama. Mari kita hormati proses hukum yang sedang berlangsung seraya konstruktif kita terus mengawasi dan mengawal agar proses hukum ini berjalan secara adil, transparan sesuai dengan koridor hukum dan perundagan yang berlaku.

2. Menghimbau kepada segenap umat Islam, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk turut secara proaktif menenangkan situasi serta mendorong tercapainya suasana yang sejuk, aman, kondusif dan menghilangkan sikap buruk sangka terhadap sesama.

3. Kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama, PBNU mengimbau agar tidak melakukan aksi unjuk rasa terkait persoalan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahajah Purnama.

4. Sebagai Negara Hukum, sudah seharusnya jika terdapat persoalan, maka harus menjadikan hukum sebagai instrumen penyelesaian masalah.

5. Bangsa Indonesia tengah menghadapi berbagai agenda besar ke depan, terutama menghadapi tantangan krisis ekonomi, baik yang dipengaruhi konstelasi global, nasional maupun regional. Menghadapi tantangan maraknya penggunaan narkoba yang sudah sangat memprihatinkan, dan juga menghadapi ancaman terorisme global. Dalam situasi ini memerlukan bersatunya seluruh kekuatan komponen bangsa agar menjadi energi besar yang mampi menerobos berbagai macam kebuntutuan.

Persoalan Ahok, menurutnya, diselesaiakan secara hukum, dan masyarakat bisa tetap mengawasinya.

“Tuntutan NU, Muhammadiyah, MUI sudah jelas yaitu mengawal proses hukum dan itu sudah berjalan dan kita percaya, kepolisian akan bekerja dengan baik,” ujar Prof Dr KH Said Aqil Siroj di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2016).@yuanto