LENSAINDONESIA.COM : Ratusan ibu-ibu di Jombang mengikrarkan diri menjadi penyelamat generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba yang kian hari kian marak. Mereka tergabung dalam laskar anti narkoba (LAN) Muslimat Jombang tersebut digembleng bagaimana cara penanggulangan dan perang terhadap narkoba, Rabu (16/11/2016).

Hal itu dilatar belakangi atas banyaknya kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Jombang yang juga semakin marak. Di Jawa Timur sendiri kota santri ini mendapat peringkat ke enam dari kota lainnya.

Menurut Wakil Bupati Jombang, Munjidah Wahab menuturkan anggota LAN dibekali pengetahuan tentang dampak dan bahaya narkoba di lingkungan sekitar untuk mendeteksi secara dini. “Sehingga relawan laskar anti narkoba ini yang sudah dikukuhkan beberapa waktu yang lalu di masing – masing kecamatan ini nanti siap untuk mensosialisasikan tentang bahaya narkoba,” jelasnya, kepada wartawan usai seminar anti narkoba di Ballroom Yusro.

Total ada 1000 anggota LAN Muslimat yang akan tersebar di tiap desa se-kabupaten Jombang yang terdiri dari konselor, motivator, dan penyuluh. “Mereka akan menyosialisasikan kepada masyarakat baik melalui majelis taklim, arisan, dan PKK dengan harapan Jombang bebas narkoba,” ujarnya.

Munjidah juga menyinggung badan narkoba kabupaten yang belum terbentuk. Dia mengungkap sudah
Kami sangat prihatin Jombang masih tinggi terkait penyalahgunaan narkoba di jawa timur. Kasus tersebut akan terus menjadi kajian penting dan akan dicanagkan pembentukan Badan Narkoba Kabputen Nasional (BNN) Kabupaten Jombang sebagai salah satu upaya dalam memberantas kasus narkoba,” ungkapnya.

Ia menambahkan di Jombang memang belum terbentuk BNN Kabupaten, namun insyaallah kami siap membentuk. Kita juga sudah melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat terkait pembentukan BNN kabupaten ini. Dalam pembentukan BNN Kabupaten Jombang, selain dibahas di tingkat kabupaten juga bersinergi dengan elemen masyarakat.

Sementara itu, pemerhati korban narkoba, Kepala Pusat Rehabilitasi Pecandu Narkoba Jakarta, dr Aisyah Dahlan Hussain mengatakan penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah menjangkit semua kalangan baik pemuda dan juga orang tua yang berusia produktif yakni 30 tahun ke atas. Narkoba tak mengenal status apapun mulai dari siswa, mahasiswa, dosen, guru besar, pejabat dan aparat penegak hukum sudah menjadi korban.

“Presiden mengatakan Indonesia darurat narkoba karena itu semua elemen harus bersama memerangi narkoba dengan memperkenalkan narkoba kepada semua elemen masyarakat. setiap tahun puluhan ribu nyawa melayang sia – sia akibat konsumsi narkotika dan obat obatan terlarang (zat adiktif),” kata Aisyah.

Dalam hal ini peran keluarga sangat penting untuk mengetahui orang terdekat apakah menjadi korban dan pengguna narkoba. Agar generasi muda dan juga orang terdekat kita tidak menjadi korban narkoba, maka diperlukan rasa aman dan nyaman dalam kehidupan sehari – hari di rumah. Dan tahu tentang apa sih itu narkoba,” tuturnya.

Para pengguna narkoba sendiri berawal dari rasa coba coba (eksperimental user), yang pada awalnya tidak tahu atau kurang informasi. “Ada juga yang tahu karena dipaksa orang terdekat. Dalam kategori ini, mereka adalah korban, yang harus mendapat rehabilitasi untuk dipulihkan atas ketergantungannya tersebut,” pungkasnya. @Obi