LENSAINDONESIA.COM : Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kediri memilih pasangan Sentot Djamaluddin dan KH. Imam Faruk, Senin (21/11/2016). Usai terpilih, keduanya diperintahkan untuk ikut memenangkan Abdul Halim Iskandar dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Muscab PKB Kabupaten Kediri ke-4 berlangsung dengan penjagaan ketat itu diwarnai dengan isu suap dan pemindahan lokasi musyawarah serta tertutup untuk umum. Pada kenyataannya, muscab yang diikuti 26 pengurus ancak cabang, perwakilan DPW menggunakan hak suaranya. Hadir pula Bupati Kediri, Hj. Hariyanti Sutrisno, Ketua DPRD Sulkani serta sejumlah pimpinan partai lainnya.

Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar membantah isu yang beredar seputar pelaksanaan muscab, terutama money politics. Menurutnya, pihaknya mengutamakan musyawarah untuk mufakat. “Bahwa namanya demokrasi tercantum  di semua AD/ART partai, bila musyawarah mufakat tidak terlalui maka dilakukan voting sesuai amanat partai. Tentang isu keberadaan money politic, memang bisa lepas dari musyawarah, kecuali one man one vote,” jelas Abdul Halim Iskandar, pada wartawan.

Halim mengatakan pasangan Sentot Djamaluddin dan KH. Imam Faruk yang baru terpilih diberi amanat untuk ikut menyukseskan dirinya yang akan bertarung di Pilgub Jatim. “Salah satu satu menjadikan saya ingin duduk sebagai gubernur, karena Jawa Timur dalam urutan kedua atas peredaraan narkoba setelah DKI Jakarta,” kata Pak Halim , sapaan akrabnya.

Sentot Djamaludin sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri menyatakan siap melakukan sosialisasi dan membuat program untuk agenda 2019 terkait pilgub dan pileg. “Kami akan segera melakukan sosialisasi dengan jargon kolubis kontul baris, bekerja dan mengabdi untuk umat,” jelasnya.

Selain itu, selaku pimpinan DPRD, Sentot berharap akan memberikan tunjangan kepada guru pendidik di madrasah dalam waktu dekat, termasuk menyiapkan peringatan hari santri di 2017. “Kami akan perjuangan nasib tenaga pendidik di madrasah serta menyiapkan kebutuhan santri di pondok pesantren dalam rangka mensukseskan hari santri,” pungkasnya @ Andik kartika.