Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Usai asrama di-fogging, puluhan santri mendadak klenger
Puluhan santri dirawat usai kamar asrama mereka di-fogging. (LICOM/Muhammad Ibnu Alfarobi)
NEWS

Usai asrama di-fogging, puluhan santri mendadak klenger 

LENSAINDONESIA.COM :Puluhan santri Pondok Pesantren Al Ikhlas, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang. Mereka diduga keracunan akibat asap fogging yang dilakukan untuk mengatasi wabah demam berdarah di asrama tempat mereka tinggal pada Minggu sore (20/11/2016) kemaren.

Para santri ini mengeluhkan sakit kepala, sesak nafas, pandangan kabur hingga muntah-muntah usai kamar asrama mereka di-fogging. Dari semalam, sebanyak 27 santri yang mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dan 4 santri yang dirawat di RS Pelengkap Jombang, Senin (21/11/2016).

Menurut Irsyah, salah satu santri Ponpes Al Ikhlas asal Mojokerto, pulang dari sekolah langsung masuk ke kamar asrama untuk menolong temannya. “Usai difogging dan asap sudah hilang, saya berniat menolong teman di kamar, menghirup bau di kamar masih sangat menyengat seperti bau kimia. Dari situ tahu tahu pandangan kabur, dada terasa sesak, mual dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ujarnya di RSUD.

Hal itu dibenarkan oleh Pengasuh Ponpes Al Ikhlas KH Hasyim Yusuf mengatakan memang ada beberapa santri yang dirawat di rumah sakit usai dilakukan fogging. Pukul 14.30 WIB selesai dilakukan penyemprotan setelah sepuluh menit ada korban yang mengeluh sesak nafas. Usai penyemprotan dan asap sudah menghilang ada korban lagi yang mengeluh sesak nafas, dan terus terjadi korban sampai tadi malam sudah ada 37 korban dari 250 santri. Hari ini ada sebagian santri yang sudah boleh pulang, ada juga yang dirumah sakit untuk mendapat perawatan.

“Penyemprotan ini sendiri ini dilakukan atas inisiatif dari pihak desa dan juga pesantren, tiap tahun memang dilakukan fogging yang hubungannya dengan pihak desa yang bekerja sama dengan pihak pondok. Memang untuk tahun ini baru kemaren dilakukan fogging di Pesantren Al Ikhlas,” jelasnya.

Baca Juga:  BJ Habibie meninggal dunia

Pihak perangkat desa Tambakrejo, Basuki mengatakan adanya beberapa kasus di Desa Tambakrejo yang terjangkit DB, dari warga mengajukan kepada pihak desa untuk dilakukan fogging. Maka dari itu dilakukan fogging atas usulan masyarakat.

Para santri tersbeut dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sebanyak 27 santri dan empat santri dirawat di RS Pelengkap dari 37 santri tersebut sebagian sudah dipulangkan.” Iya, total tadi malam yang masuk rumah sakit ada 27 di RSUD dan 4 di RS Pelengkap, tiga dipulangkan dan satu lagi dirawat di RSUD lagi, tadi malam juga semua sudah pulang dan yang mendapat pengawasan khusus 12 orang saja,” Beber, Tito Kordinator Keamanan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas Jombang.

Sementara itu, Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran mengatakan total tadi malam ada 27 orang yang mendapat perawatan di RSUD. Upaya penyelematan mengatasi kegawatan dengan menambah cairan dan bantuan oksigen, dengan terus dilakukan evaluasi. Dari 27 yang mendapat rawat inap ada 13 orang, tadi malam 14 orang dipulangkan dan pagi ini dikabarkan ada 12 orang kondisi lemah kembali, dan baru 9 orang yang dibawa kembali ke RSUD.

Adanya musibah ini, untuk pembiayaan perawatan para korban ditanggung oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.” Dari kegiatan ini termasuk jenis bencana, bapak bupati langsung dirawat dengan maskimal dan semua pembiayaan ditangung oleh pihak Pemkab Jombang,” pungkasnya. @Obi