LENSAINDONESIA.COM: Upaya melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota DPRD Kota Surabaya Edi Rachmad terus dilakukan Sekretaris DPC Partai Hanura Kota Surabaya Agus Santoso.

Siang tadi, Agus mendatangi Ketua DPRD Surabaya Armudji ruang kerja untuk mempertanyakan pengajuan PAW-nya.

Di ruang ketua DPRD tersebut, Agus didampingi Ketua Fraksi Handap (Hanura, Nasdem, PPP) DPRD Kota Surabaya Naniek Zulfiani dan Wakil Sekretaris DPC Partai Hanura Surabaya, Dyan Catur Ambarukmi.

Dan ternyata, Dyan Catur Ambarukmi adalah orang yang diproyeksikan Agus untuk menggantikan Edi Rachmat sebagai anggota dewan.

Saat ini, Ketua DPRD Surabaya telah menerbitkan disposisi untuk melakukan klarifikasi ke DPP dan DPW Hanura Jatim terhadap surat permohonan PAW tersebut.

“Tujuan saya kesini (ruang kerja Ketua DPRD Surabaya Armudji) untuk memperkenalkan Dyan sebagai pengganti Edi Rachmat. Selain itu saya dengan pak Armudji kan teman lama,” kata Agus Santoso kepada wartawan di gedung dewan, Jumat (25/11/2016).

Sementara itu, terkait pertemuan di ruang kerjanya, Armudji mengakui memang ada pembahasan tentang permohonan PAW Edi Rachmat dengan DPC Partai Hanura Surabaya. Namun dirinya menganggap pertemuan itu hanya sekedar silaturahmi antara teman lama saja.

“Aak Agus (Agus Santoso) teman lama di dewan, dan ternyata mbak Dyan (Dyan Catur Ambarukmi) juga tetanggu saya di Nginden. Siapa saja kesini kan boleh-boleh saja,” kata politisi PDIP ini.

Terkait proses PAW Edi Rachmat, anggota legislatif empat periode ini menjelaskan bahwa prosesnya sudsh ditindaklanjuti dengan proses di Badan Kehormatan (BK). Selanjutnya pembahasan akan dilanjutkan oleh Badan Musyawarah (Banmus).

“Kalau di Banmus disetujui dan fraksinya harus sepakat. Maka kita tindaklanjuti ke tahapan berikutnya sesuai mekanismenya dan penggantinya harus sudah siap,” jelasnya.

Diketahui, Selasa (22/11/2016) lalu, Fraksi Handap DPRD Kota Surabaya heboh akibat beredar surat permohonan PAW untuk anggota dewan asal partai Hanura Edi Rachmat.

Anehnya, surat permohonan dengan nomor 14/PEM/DPC-SBY/HANURA/XI/2016, perihal Pergantian Antar Waktu (PAW) Sdr. Edi Rachmat, SE.MM tertanggal 10 November 2016 itu ditandatangani oleh Wisnu Wardhana sebagai Ketua dan Agus Santoso sebagai Sekretaris DPC Partai Hanura Surabaya.

Padahal, saat ini posisi Wishnu yang sedang ditahan di Rutan Medaeng sudah dipecat dari Partai Hanura setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU).

Dalam surat pengajuan PAW itu, Edi Rachmat dituding tidak menjalankan tugasnya dan membangkang pada partai.@wan