Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Iko Uwais alami amnesia di Batam
Salah satu adegan film "Headshot" yang diperankan Iko Uwais sebagai Ishmael (kiri) dan David Hendrawan sebagai Tejo (kanan). Foto-ist
Entertain

Iko Uwais alami amnesia di Batam 

LENSAINDONESIA.COM: Bisa jadi sebagai suksesor Film The Raid 2, kembali Iko Uwais berlaga dalam film action bertitel “Headshot” persembahan Screenplay Infinite Films ini juga dibintangi Chelsea Islan (Ailin), Sunny Pang (Lee), David Hendrawan (Tejo), Zack Lee (Tano) dan Julie Estelle (Rika). Usai menggelar Special Show di Bandung dan Makassar, kini giliran Surabaya dan Jogjakarta yang juga menanti film ini dirilis sekitar 8 Desember nanti.

David Hendrawan pemeran Tejo yang juga atlet Wushu nasional ini mengatakan, kali ini dirinya mendapat peran antagonis bersanding dengan Zack Lee dan Julie Estelle yang berperangai sebagai pembunuh berdarah dingin. Dan peran ketiganya ini merupakan bersaudara dengan Ishmael (Iko Uwais) yang menderita hilang ingatan setelah ditembak tipis oleh Julie Estelle hingga terjatuh di laut dan terdampar di sebuah pulau.

“Untuk memerankan film action memang harus selalu dalam kondisi fisik yang fit dan prima, sebab dituntut untuk menjaga speed dan power ketika melakukan adegan laga tersebut. Jika speed dan power nggak stabil, bisa jadi pengambilan gambar pertama dan berikutnya akan nampak lebih buruk. Dan saya berterima kasih kepada Iko telah mereferensikan diri saya terlibat di film ini yang sebelumnya saya juga terlibat di film The Raid 2,” ujar David kepada Lensaindonesia.com saat ditemui di Sinema XXI Plasa Tunjungan 3 Surabaya, Sabtu (26/11/2016).

David menambahkan, untuk proses pembuatan film ini cukup memakan waktur sekitar 45 hari dengan pengambilan lokasi syuting di Batam dan Jakarta. Yakni 3 minggu untuk proses penataan koreografer laga, sisanya penyesuaian karakter dan peran masing-masing artis.

“Film ini juga memperoleh penghargaan dari Festival Film Paris oktober kemarin, termasuk 25 film terbaik di Singapore International Film Festival dan FFI (Festival Film Indonesia) telah menyabet 2 penghargaan diantaranya pada kategori Audio dan efek audio terbaik. Dan film ini juga kami tidak menargetkan berapa banyak penonton yang akan himpun, film ini pure untuk menghibur masyarakat dan penikmat film-film action tentunya,” pungkas David.@Eld-Licom

Baca Juga:  Doni Monardo dan “Sukun Sang Jenderal Digoreng Dadakan” di DPR, masih buah bibir