Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ruang kerja, rumdin dan rumah pribadi Bupati Nganjuk digeledah KPK
Bupati Nganjuk Taufiqurrahman. (ISTIMEWA)
HEADLINE DEMOKRASI

Ruang kerja, rumdin dan rumah pribadi Bupati Nganjuk digeledah KPK 

LENSAINDONESIA.COM : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di ruang kerja, rumah dinas dan rumah pribadi Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman, Senin (5/12/2016) sekitar pukul 09.00 WIB. Tim yang berisi 10 orang penyidik itu langsung menyebar dan melakukan penggeledahan.

Setelah itu, penyidik juga menggeledah Kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) di samping ruang kerja bupati. Ruangan lain yang menjadi sasaran penggeledahan adalah ruang asisten pribadi dan ruangan Sekretaris Daerah (Sekda).

Taufiqurahman menyambut kedatangan tim KPK tiba di kantor Pemkab Nganjuk. Sampai berita ini ditulis, tim KPK belum selesai menggeledah ruang.

Diduga, penggeledahan ini terkait dengan kasus dugaan korupsi, pada kegiatan APBD Nganjuk tahun 2009-2015. Kabag Humas Pemkab Nganjuk, Ghozali Afandi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan ruang kerja bupati oleh KPK. Pemeriksaan tersebut, kata Ghozali, KPK didampingi Plt Sekda Nganjuk, Agoes Soebagyo.

“Saya belum bisa memberikan keterangan karena hingga pukul 14.00 saat ini belum selesai,” kata Ghozali.

Informasi yang dihimpun, KPK tiba dengan menggunakan empat mobil yang dikawal kepolisian setempat. Mereka langsung mendatangi Asisten Pribadi Bupati, yang kemudian melanjutkan ke Sekda Nganjuk.

Setelah itu Bupati Nganjuk menyambut kedatangan tim KPK dan mengantarnya menuju ruang kerja. Namun sayang selama proses pemeriksaan, awak media tidak bisa masuk sehingga hanya mampu memantau melalui celah-celah jendela. Namun saat sadar geraknya disorot pewarta, KPK langsung menutup pintu.

Selain memeriksa ruang kerja bupati, KPK juga dikabarkan memeriksa rumah Bupati Taufiq di Nganjuk.

Diberitakan sebelumnya, KPK sejak awal tahun lalu telah melakukan pemeriksaan dugaan penyimpangan proyek dengan meminjam lokasi di Polres Nganjuk. Saat itu para kepala satker maupun rekanan diperiksa terkait dugaan TPPU, gratifikasi, maupun praktek ijon yang mengarah ke Bupati Taufiq. Bahkan beberapa rekanan maupun pejabat termasuk Bupati Taufiq sempat dipanggil ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. @mm/licom