LENSAINDONESIA.COM: Jumlah pengungsi akibat gempa Aceh terus bertambah berdasarkan laporan dari pos pengungsian ke posko utama. Tercatat jumlah pengungsi 83.838 orang yang tersebar di 124 titik.

Pengungsi tersebut berasal dari Pidie Jaya sebanyak 82.122 orang di 120 titik. Rinciannya 82.122 orang pengungsi di Pidie Jaya adalah Kecamatan Meureudu 13.965 orang, Meurah Dua 11.391, Trianggadeng 18.512, Bandar Baru 14.209, Pante Raja 8.153, Bandar Dua 3.170, Ulim 9.763, dan Jangka Buaya 2.959 orang.

Sedangkan 1.716 orang mengungsi di 4 titik di Kabupaten Bireuen. Mereka tersebar di Matang Mns Blang 1.100 orang, Masjid Matang Jareung 13, Masjid Alghamamah 405, dan Masjid Kandang 198 orang.

Hingga Senin (12/12/2016), jumlah korban meninggal sebanyak 101 orang, dimana 94 korban sudah diidentifikasi. Sebanyak 666 orang menderita luka-luka yaitu 134 luka berat dan 532 luka ringan.

Kerusakan fisik akibat gempa meliputi rumah 11.668 unit, masjid 61 unit, meunasah 94 unit, ruko 161 unit, kantor pemerintahan 10 unit, fasilitas pendidikan 16 unit, dan lainnya. Pendataan detil masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi, selaku Komandan Satgas Tanggap Darurat di Pidie Jaya mengatakan, data terkait kerusakan infrasturktur, rumah, ruko, fasum (kantor pemerintah, pendidikan, masjid) lain belum diterima dengan sempurna.

“Camat telah diperintahkan sampaikan hari ini untuk disampaikan sebagai data sementara. Rumah yang hancur dan berapa yang rusak berat, sedang dan ringan harus segera didata dan dilaporkan ke Posko Utama,” ujarnya.

Data kerusakan rumah diperlukan terkait dengan rencana pemerintah memberikan bantuan stimulan nantinya.

Menanggapi jumlah pengungsi yang terus bertambah, Said Mulyadi menyampaikan akan dicermati lebih dahulu. “Kami akan mengambil sikap penanganan selanjutnya untuk menghindari lonjakan pengungsi,” ujarnya.

Langkah yang diambil berupa penyaluran logistik langsung ke desa masing-masing sesuai dengan jumlah jiwa dari KK. Bantuan yang disalurkan disepakati untuk kebutuhan pokok, beras, minyak goreng, telor, dan gula.

“Kita sepakati kita buat rekap kebutuhan selama 7 hari,” pungkasnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei mengatakan data dampak bencana harus secepatnya dituntaskan. Salah satunya tentang jumlah pengungsi yang berhak bantuan harus diverifikasi by name by address.

“Bantuan selanjutnya adalah bantuan stimulus pembangunan rumah. Kita menunggu pendataan rumah selesai. Saya sudah perintahkan Deputi Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB untuk turunkan tim menghitung kerugian dan kerusakan, serta biaya untuk pemulihan pasca gempa,” katanya.@licom