LENSAINDONESIA.COM: Unit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap pria asal Lampung, NKM (43), otak pelaku peretasan ATM yang telah berhasil mengumpulkan miliaran rupiah dari aksi kejahatannya tersebut.

Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Teuku Arsya Khadafi, menjelaskan modus operandi yang digunakan NKM selama beberapa bulan terakhir dipelajarinya melalui internet. “Cara ini dikenal dengan sebutan exit shutter fraud. NKM adalah salah satu otak kelompok exit shutter fraud yang mengoordinasikan beberapa anak buahnya untuk hal yang sama. Dari satu bank saja bisa mendapat Rp 1,6 miliar,” ujarnya, Senin (12/12/2016).

Kompol teuku Arsya menjelaskan modus pelaku yang punya rekening bank BCA adalah memasukkan kartu ATM dan memilih penarikan uang tunai. Kemudian, uang yang akan keluar dari mesin ATM, ditahan dengan tangan agar uang tidak keluar dari mesin. Dengan modus seperti itu, saldo tabungan tidak terdebet.

“Nah, ketika kartu ATM sudah keluar, NKM mengambil uang yang telah ditahannya. Perbuatan NKM ini terekam kamera CCTV yang ada di Alfamart Cengkareng, Jakarta Barat. Tersangka akhirnya diringkus di Lampung. Dari hasil kejahatannya, ia sempat membeli mobil Mitsubishi Pajero dan ponsel Samsung S7.

Untuk proses hukum sleanjutnya, pelaku sudah ditahan di Polda Metro Jaya dan dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan.

Tak lupa, Kompol Teuku Arsya mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam transaksi keuangan. Menurutnya, masyarakat diminta tidak meminjamkan rekeningnya kepada siapa pun karena mereka bisa dijerat jika rekeningnya terbukti disalahgunakan. “Terkait transaksi keuangan itu dipertanggungjawabkan oleh pribadi. Orang yang rekeningnya digunakan akhirnya terkait juga,” ujarnya. @LI-15