LENSAINDONESIA.COM: Denny Ghoniyyu Ristanto (22), mahasiswa sebuah Perguruan Tinggi di Surabaya, harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya saat mendengar dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terdakwa yang berstatus mahasiswa semester tiga ini, didakwa karena terlibat dalam peredaran Narkoba jenis ganja. Dalam dakwaan JPU Wilhelmina Manuhutu dari Kejari Surabaya, diketahui terdakwa ditangkap petugas di parkiran Alfamidi Jl Rungkut Madya pada 8 Agustus 2016.

“Dari tangan terdakwa, petugas mengamankan 8 poket ganja dengan berat yang bervariatif. Selain itu juga diamankan kertas paper yang bisa digunakan untuk melinting ganja,” terang JPU Wihelmina dalam membacakan dakwaannya.

“Terdakwa mengaku ganja tersebut miliknya dan akan dijual kepada seseorang. Atas perbuatannya, terdakwa dijerat pasal berlapis, Pasal 114 ayat 1 dan pasal 111 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal diatas lima tahun,” tambahnya.

Atas dakwaan Jaksa tersebut, Dimas Aulia Rahman, salah satu anggota tim penasehat hukum mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan eksepsi (pembelaan). “Kami akan buktikan dipersidangan bahwa terdakwa hanya korban penyalahgunaan narkoba dan layak untuk mengenyam kembali kuliahnya,” ujar Dimas saat dikonfirmasi usai sidang.

Majelis hakim melanjutkan sidang pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan pihak jaksa. @rofik