Trending News

17 Aug 2019
Prajurit TNI temukan kembali Patok Perbatasan RI-Papua Nugini
Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 700/Wira Yudha Sakti (WYS) Kodam VII/Wirabuana, Makassar berfoto bersama warga di belakang patok perbatasan wilayah Republik Indonesia-Papua Nugini di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Foto: Puspen TNI
BALI / NTB / NTT / PAPUA

Prajurit TNI temukan kembali Patok Perbatasan RI-Papua Nugini 

LENSAINDONESIA.COM: Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 700/Wira Yudha Sakti (WYS) Kodam VII/Wirabuana, Makassar melaksanakan tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) di perbatasan wilayah RI-Papua Nugini Sektor Utara dibawah pimpinan Letkol Inf Horas Sitinjak sebagai Komandan Satgas (Dansatgas), beberapa waktu lalu menemukan patok batas MM 5.1 di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Puspen TNI Kolonel Inf Bedali Harefa mengatakan, sejak berdirinya patok ini pada tahun 1986 belum ada yang berhasil mencapai patok.

“Patroli patok batas merupakan tugas pokok Satgas Yonif 700/WYS, akan tetapi yang luar biasa adalah para prajurit mampu menemukan patok batas 5.1 tersebut namun kondisi rusak berat,” ungkapnya di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Selasa (20/12/2016) .

Bedali Harefa menyampaikan, kerja keras menemukan patok batas, dipimpin oleh Komandan Pos Tatakra Letda Inf Dwiayanto Teguh (Dantim Bravo 2) dengan kekuatan 16 orang anggota.

“Perjalanan yang ditempuh selama 11 hari para prajurit berhadapan dengan medan ekstrim berupa hutan gunung dan rawa, ini merupakan wujud bakti yang tulus dari Prajurit Raider 700/WYS,” kata Kabidpenum Puspen TNI.

 Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 700/Wira Yudha Sakti (WYS) Kodam VII/Wirabuana, Makassar berfoto di belakang patok perbatasan  wilayah Republik Indonesia-Papua Nugini di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Foto: Puspen TNI

Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 700/Wira Yudha Sakti (WYS) Kodam VII/Wirabuana, Makassar berfoto di belakang patok perbatasan wilayah Republik Indonesia-Papua Nugini di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Foto: Puspen TNI

Kabidpenum Puspen TNI menuturkan, bahwa dalam pelaksanaan patroli tersebut, para prajurit beberapa kali menemukan kampung yang berada di wilayah Indonesia, akan tetapi kedudukannya dibawah pemerintahan Papua New Guinea.

“Penemuan kampung tersebut sudah dilaporkan kepada pemerintah, karena sangat berpengaruh terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Demi menjaga Kedaulatan Negara Republik Indonesia, para prajurit Yonif 700/WYS tak mengenal lelah untuk berbuat yang terbaik, sehingga mendapat julukan ‘Ballana To Barania’ yang artinya rumahnya orang-orang pemberani, dimana Satuan Penugasan ini merupakan tempat berkumpulnya prajurit pemberani pembela NKRI.

Sementara itu, Danrem 172/PWY Kolonel Inf Bony C Pardede selaku Dankolakops menyampaikan rasa bangga kepada prajurit Yonif 700/WYS, agar terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi-prestasi yang telah dicapai dengan penuh semangat.

Autentikasi :
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Related posts