LENSAINDONESIA.COM : Jelang penutupan tahun 2016 beberapa harga kebutuhan pokok disejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengalami kenaikan. Lonjakan harga tersebut terjadi dipengaruhi oleh permintaan barang yang terus mengalami peningkatan kebutuhan, namun justru pasokan terhambat akibat petani mengalami gagal panen akibat cuaca buruk.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Citra Niaga Jombang, Dwi Susato mengakui adanya peningkatan permintaan barang yang tidak dibarengi kelancaran pasokan barang. “Harga telur dan Cabe rawit mengalami kenaikan harga paling signifikan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan harga telur naik menjadi Rp21.000 dari harga sebelumnya di kisaran Rp18.000 per kilogramnya. Sedangkan yang kenaikannya cukup tinggi yakni cabe rawit dari kisaran Rp50.000 per kilogramnya menjadi Rp80.000 perkilogramnya. Dan cabe rawit bisa sampai tembus angka Rp100.000 perkilogramnya. Kalau dijual dengan harga eceran per ons, bisa Rp9.000 hingga Rp10.000 untuk satu ons cabe rawit.

Tak hanya cabe rawit dan telur, kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan harga seperti berbagai macam sayuran. Di antaranya, Wortel dari harga Rp 7.000 ribu perkilogram menjadi Rp 10.000 per kilogramnya nya, kenaikan harga juga terjadi di bunga kol dari harga Rp16.000 menjadi Rp24.000. Selain itu terong juga mengalami kenaikan dari harga Rp5.000 per kilogramnya menjadi Rp7.000 per kilogramnya, untuk sayuran kol dari harga Rp7.000 naik menjadi Rp11.000 ribu perkilogramnya.

Sedangkan cabe besar malah mengalami penurunan dari harga Rp 40.000 per kilogramnya turun menjadi Rp 25.000 per kilogramnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Siti (46) pedagang sembako di Pasar Pon Kabupaten Jombang. Kenaikan harga sembako ini terjadi di akhir tahun. Tidak hanya telur dan cabe rawit kenaikan harga juga dialami oleh minyak goreng dan Gula. Untuk 1 liter minyak goreng curah, dari harga Rp 11.000 perliternya naik menjadi Rp 11.400. Sedangkan gula dari harga Rp 12.000 per kilogramnya naik menjadi Rp 12.500 per kilogramnya.

“Minyak goreng dan Gula mengalami kenaikan antara Rp 400 sampai dengan Rp 500 perkilogramnya. Untuk harga sayuran hampir merata mengalami kenaikan harga. Walaupun kebutuhan pokok yang lain mengalami kenaikan, akan tetapi bawang merah dan bawang putih masih stabil belum mengalami kenaikan dan masih tetap sama dengan bulan-bulan sebelumnya,” bebernya.

Akibat adanya kenaikan harga berbagai macam kebutuhan pokok justru membuat omzet para pedagang sembako di Pasar Citra Niaga Jombang serta Pasar Pon Kabupaten Jombang Mengalami penurunan. Hal itu dikarenakan masyarakat lebih berhemat dan lebih memilih kebutuhan belanja sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan kemampuan keuangan belanjannya. @Obi