LENSAINDONESIA.COM: Polisi berhasil membekuk dua pembunuh Yayuk (18), SPG Matahari Royal Plaza yang mayatnya ditemukan di Mangrove Wonorejo. Kedua pelaku diringkus Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, pada Sabtu (31/12/2016) dini hari.

Polisi meringkus Aldo (18) yang kos di Jl Dukuh Menanggal, dan Clin Dogan Al Clinton (18), yang kos di Jl Keputih Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya mengerahkan anggotanya untuk mengidentifikasi mayat yang sudah membusuk tersebut.

“Kami pun langsung membuat beberapa tim guna mengungkap kasus pembunuhan tersebut hingga mendapatkan beberapa nama yang diduga tersangkanya hingga mengerucut pada dua pelaku tersebut,” ujarnya, Sabtu (31/12/2016).

Saat ditanya apa motif pembunuhannya, Muhammad Iqbal menyebut bahwa bermotifkan pencurian dengan kekerasan. “Teganya lagi, ternyata kedua pelaku sudah merencanakan aksi curas dengan sasaran Yayuk,” ungkap Iqbal.

Kombes Iqbal menjelaskan bahwa tersangka Aldo mengetahui jika Yayuk gajian per tanggal 17 tiap bulannya. Lalu muncullah keinginan tersangka untuk menguasai uang gaji, motor dan HP milik Yayuk.

“Mereka berdua memilih sasaran teman sendiri dengan alasan mudah untuk diperdayai. Otak pembunuhannya Aldo dan Clinton hanya membantu mengeksekusi saja,” tambahnya.

Saat itu, Aldo yang juga mantan kekasih Yayuk menjemput korban dari tempat kerjanya di Royal Plaza. Usai dijemput, ternyata Clinton ikut membuntuti keduanya.

Cilnton lalu menghadang lajunya Yayuk lalu menusuk dada dan rahang korban. Korban mencoba berontak dengan berteriak. Aldo lalu memaksa merebahkan korban dan Clinton gorok leher korban.

Usai menghabisi nyawa gadis cantik, keduanya membuang jenazahnya di bawah Jembatan Tol Surabaya-Malang di rolak Gunungsari, Minggu (19/12/2016) pukul 00.30 WIB.

“Setelah yakin korban meninggal dunia, Aldo mendorong Yayuk ke sungai dan tubuhnya hanyut dibawah arus sungai hingga ditemukan di Hutan Mangrove Wonorejo,” tutup Iqbal.

Sementara itu, Aldo dan Clinton langsung diamankan ke Mapolrestabes beserta barang bukti yang disita dari kedua pelaku berupa satu unit sepeda motor Honda Vario W 43OZ ZN dan satu bilah pisau penghabisan yang ditemukan di Jl Kutisari Utara dekat Sekolah Bethel Surabaya.

Keduanya akan di jerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan matinya korban dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup. @nanda