LENSAINDONESIA.COM: Choiruddin (24) warga Jl Surtikanti II, diringkus Unit Reskrim Polsek Tambaksari setelah melakukan aksi pencopetan Hp Samsung J5 putih milik anggota Ditpolair Polda Jatim, AKP Kodir, saat berada di angkot yang melintas di Jl Kalianak Surabaya.

Saat menjalankan aksinya, Choiruddin bersama partnernya MP (buron). Saat itu keduanya naik angkot dan mencari sasaran korban di sana. Modusnya, Choiruddin berpura-pura muntah dan muntahannya mengenai celana korban.

Nah, saat korban membersihkan muntahannya, MP yang bertugas sebagai pemetik langsung mengambil Hp Samsung yang disimpan korban di saku celananya. Setelah berhasil mereka turun dan segera kabur.

Kapolsek Tambaksari Kompol David Triyo Prasojo mengatakan, setelah sukses melakukan aksi pencopetan, kedua pelaku menuju WTC berboncengan motor untuk menjual Hp hasil kejahatannya. “Mungkin sudah apesnya, saat itu ada anggota Opsnal Polsek Tambaksari yang patroli mencurigai gerak-gerik pelaku ketika melintas di Jl Kusuma Bangsa,” ujarnya, Kamis (5/1/2017).

Kompol David menambahkan, polisi juga curiga dengan Hp yang ditaruha di saku baju Choiruddin lalu mengecek isi Hp tersebut dan mengecek konten-konten di dalamnya. “Benar saja, setelah diinterogasi, mereka mengaku baru saja melakukan aksi pencopetan di dalam angkot. Sadar sudah ketahuan, Choiruddin tak bisa berkutik msaat disergap, namun MP berhasil kabur karena memang posisinya yang masih di atas motor,” katanya.

Setelah petugas Polsek Tambaksari mengecek isi Hp, diketahui jika pemiliknyaanggota Polri yang bertugas di Ditpolair Polda Jatim. “Tadi korban sudah ke Mapolsek dan melapor pada kami. Namun untuk MP sudah kami masukkan DPO dan saat ini sedang dalam pengejaran,” tambah Kompol David.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Choiruddin dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana tujuh tahun penjara. @nanda