Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Rakyat digempur biaya hidup yang makin tinggi, Komisi III : Kenaikan tarif STNK tak tepat
Awal tahun, biaya pengurusan STNK juga naik. (ISTIMEWA)
HEADLINE DEMOKRASI

Rakyat digempur biaya hidup yang makin tinggi, Komisi III : Kenaikan tarif STNK tak tepat 

LENSAINDONESIA.COM: Kebijakan menaikan tarif pengurusan surat kendaraan bermotor roda dua dan empat membuat masyarakat kelas menengah ke bawah terbebani. Terlebih, harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL), menyusul merangkak naik.

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera misalnya, tak kalah teriak dengan masyarakat lainnya. Anggota DPR dari Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsy mengatakan kenaikan tarif pengurusan surat kendaraan bermotor yaitu Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dipandang tidak tepat dengan kondisi perekonomian masyarakat kekinian.

Di tengah kondisi masyarakat sedang menerima ‘gempuran’ dari berbagai kenaikan biaya hidup seperti TDL, BBM dan harga cabai, kenaikan pengurusan surat kendaaraan bermotor menambah beban hidup masyarakat. Menurut Aboe, masyarakat terus terhimpit.

Ia meminta pemerintah segera merevisi atau bahkan membatalkan kebijakan tersebut yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No.60 Tahun 206 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Kenaikan tarif pengurusan BPKB dan STNK sepertinya kurang tepat,” ujarnya di Jakarta, Jumat (6/1/2017).

Anggota Komisi III DPR itu menilai bila target kenaikan tarif STNK dan BPKB adalah pedapatan negara buka pajak dalam rangka menaikan pendapatan negara, mestinya dipatok angka psikologis dengan bijak. Sehingga tidak lagi menjadi beban bagi masyarakat. Terlepas itu, kenaikan biaya pengurusan surat kendaraan bermotor mesti diimbangi dengan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

“Selama ini pelayanan pengurusan STNK dan BPKB dibeberapa daerah masih dilihat sebagai momok oleh masyarakat,” ujarnya.@dg

Baca Juga:  Jaring Bacawali, PKS Surabaya gelar Pemilu Internal Tahap 2